Senin, 27 Januari 2014

Kebudayaan Kayuagung,OKI.



KOTA KAYU AGUNG, OGAN KOMERING ILIR
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFwpINetPnt4I3aRCNzhXUuqdVKBNrcUtL2HVm4J9OWmhaH8FGQKHqAemGQFZGq2IMIpoQEele5FaoB0rz0nbNDIcdPr646YWGQLRq7JyfnSc6Ww8MscNzl7Cn6MvHwdz49yCW6fFF-uM/s1600/index.jpeghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/0/02/Kayuagung.png/250px-Kayuagung.png
Kayu Agung adalah sebuah kecamatan dan merupakan ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia. Ibukota ini terletak pada jalur strategis, kenapa demikian. Karena Kayu Agung Salah Satu Kota Transit yang terletak di Jalur Lintas Timur, yang merupakan jalur utama dari Bandar Lampung ke Palembang maupun sebaliknya.Ibukota ini memiliki luas 144,53 km² dan berpenduduk 64.584 ribu jiwa (2011). Dengan Kepadatan penduduk 446 jiwa/km². Dan merupakan salah satu Kota Terpadat Ke-2 setelah Palembang.
Kayuagung sebuah kota yang terletak di lintas timur sumatera, Salah satu dari Kabupaten dari Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), Kayuagung yang berjarak 65 KM dari pusat kota Palembang, Kayuagung merupakan Daerah Tingkat II di provinsi sumatera selatan. Kayuagung merupakan ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
SEJARAH NAMA KAYU AGUNG
Nama Kayuagung secara umum berasal dari sebuah sejarah, dimana pada zaman dahulunya, daerah kota kayuagung terdapat pohon-pohon yang berukuran besar, bahkan ada yang sampai berdiameter 4 meter , kemudian disimpulkanlah oleh para petua Pohon itu berarti Kayu sedangkan Besar Itu Agung. mungkin andapun secara tidak sengaja pernah melihat pohon berukuran besar di kota anda, kemungkinannya itu merupakan pohon kayuagung, tapi bukan berarti setiap pohon yang besar itu merupakan pohon kayuagung, ciri khas pohon Kayuagung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar yang besar dan menjular, selain itu juga terdapat akar yang menjular dari atas kebawah, jadi dari sebuah pohonlah nama dari kota kayuagung itu.
     Kayuagung ibukota dari Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan Pemerintah Daerah Tingkat II di Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 21.469,90 kilometer persegi yang secara geografis terletak antara 104 2'-106 o' derajat Bujur Timur dan 4o 30'-4o 15 derajat Lintang Selatan. jumlah penduduk dalam sensus 2008 mencapai kurang-lebih 55,285 ribu jiwa lebih, mayoritas penduduknya beragama Islam.
 ASAL USUL DIBALIK NAMA DUSUN 
Setiap nama dusun di Kayuagung, memiliki cerita tersendiri :
·       Sukadana, dinamakan Sukadana karena lebak dari dusun itu mengelilingi sebuah danau. Pada mulanya dusun ini bernama Suka Danau, tapi lama kelamaan berubah penuturannya menjadi Sukadana.
·       Paku, dinamakan demikian memiliki latar belakang peristiwa berhubungan dengan tumbuhan paku atau sejenis pakis. Menurut cerita, pada waktu merintis dusun ini, Tuan Mekedum alias Bucit terjatuh kedalam pusaran air di Lubukbaru. Tempat ini berada di sebelah selatan dusun Jua-Jua. Pada waktu terjatuh itu ia dapat berpegang pada serumpun tumbuhan paku dan lantaran itu ia selamat dari pusaran air. Untuk memperingati peristiwa ini dusun ini dinamakan dengan dusun Paku. Menurut cerita, Bucit menjadikan paku sebagai suatu tumbuhan patangan untuk dimakan.
·       Mangun Jaya, berasal dari nama seseorang pimpinan yang merintis di buatnya dusun ini. Namanya adalah si Mangun, sedangkan jaya berarti sukses atau kejayaan.
·       Sida Kersa, diambil dari penggunaan tempat ini pada zaman dahulu sebagai tempat orang penghukuman. Dalam bahasa kayuagung, orang hukuman disebut Dersa. Kata ini selanjutnya di pandang sebagai kata dasar yang setelah melalui penuturan dari masa ke masa menjadi Sida Kersa.
·       Jua-Jua di ambil dari nama ikan Juwa-juwa yaitu semacam ikan seluang. Karena mengikuti penuturan lama kelamaan kata juwa-juwa berubah menjadi Jua-Jua.
·       Kayuagung, disebut demikian sebagaimana telah disinggung terdahulu ialah karena ditengah-tengah dusun ini terdapat sebatang kayu yang sangat besar. Sekarang kayu itu sudah tidak ada lagi.
·       Perigi, dinamakan Perigi karena pada waktu mendirikannya didusun ini ada sebuah kolam atau Perigi. Lagi pula nama ini merupakan pindahan dari nama dusun di Pematang Sidahutang.
·       Kotaraya dinamakan karena ini pada dahulunya merupakan kota ini adalah kota yang ramai.
NEGERI SULAP
          Perlu anda ketahui di Kayuagung terdapat daerah fenomenal , daerah itu disebut dengan nama negeri silop, artinya negeri sulap, di daerah ini konon ceritanya adalah cerita nenek moyang , daerah ini sangat aneh dan tidak boleh di huni oleh masyarakat,masyarakat yg mencoba memasuki daerah ini menurut cerita tidak akan bisa kembali ke kampung halaman nya lagi ,dulunya juga pernah diadakan pembangunan jalan di sana dan setelah keesokan hari nya bulldozer dan aspal yg sudah di buat kemarin hilang bagai di telan bumi.!!!! kemanakah benda sebesar itu hilang??? itu tanda tanya besar.. apakah ada pencuri di tengah hutan belantara??? hal itu hanya tuhan yang tahu......tapi sampai dengan detik ini daerah itu juga masih belum ada penghuninya,tapi jangan takut daerah itu jauh dari kawasan perkotaan.
SOSIAL BUDAYA
Mata pencaharian suku ini bertani, berdagang, dan membuat gerabah dari tanah liat. Bentuk pertanian kebanyakan bersawah tahunan karena daerahnya terdiri dari rawa-rawa. Jadi sawah hanya dikerjakan saat musim hujan. Tehnik pengolahan tanah adalah sebagai berikut : pertama-tama rumput dibersihkan/dibabat dan setelah air sawah tinggal sedikit baru padi ditanam. Pekerjaan membersihkan rumput umumnya dilakukan laki-laki, namun saat panen dikerjakan secara gotong royong.
Garis keturunan suku ini ditarik secara bilateral (dari ayah atau ibu). Susunan kemasyarakatan sangat dipengaruhi adat Simbur Cahaya, yaitu sistem kemasyarakatan berdasarkan undang-undang Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang. Dalam adat Simbur Cahaya ini, masyarakat dibagi atas tiga golongan bangsawan, rakyat biasa, dan rakyat jelat. Tiap warga masyarakat wajib bekerja bakti (gate atau mata gawe) untuk kepentingan dusun, marga, dan istana. Setiap penduduk yang dapat bekerja, sudah kawin, dan memiliki rumah sendiri harus memenuhi kewajiban-kewajibannya terhadap raja, yang berupa wahib pajak dan wajib dinas.
 Keputusan-keputusan terhadap perkara-perkara adat diambil dengan mengadakan rapat adat menurut tingkatannya, yaitu rapat dusun, rapat kampung, rapat marga, rapat kecil, dan rapat besar. Rapat dusun dan rapat kampung dipimpin oleh pasirah atau depati. Rapat kecil diadakan oleh beberapa marga yang terlibat dalam satu masalah. Rapat besar ditangani oleh tumenggung atau rangga. Adat istiadat suku ini meliputi banyak upacara tradisional, mulai dari adat kelahiran, meminang, perkawinan, khitanan, sampai dengan adat kematian. Bentuk kesenian khas daerah terdiri dari: tarian adat, permainan gurdah, rebana, kasidah, dll.
AGAMA/ KEPERCAYAAN
Suku Kayu Agung mayoritas beragama Islam, tetapi mereka juga mempertahankan kepercayaan lama, yaitu kepercayaan mengenai dunia roh. Suku Kayu Agung percaya bahwa roh-roh nenek moyang dapat mengganggu manusia. Oleh karena itu, sebelum mayat dikubur harus dimandikan dengan bunga-bunga supaya arwah roh yang mati lupa jalan ke rumahnya. Mereka juga percaya akan dukun yang membantu dalam upacara pertanian, baik saat menanam maupun saat panen. Selain itu ada tempat-tempat keramat yang mereka anggap sebagai tempat bersemayamnya para arwah.
KEBUTUHAN
Kebutuhan suku Kayu Agung ini yang mendesak adalah penerapan teknologi pertanian yang tepat untuk kondisi tanah yang berawa-rawa. Dibutuhkan juga pembinaan masyarakat untuk menemukan alternatif sumber pemenuhan kebutuhan hidup, seperti peningkatan hasil kerajinan tangan dari tanah liat (keramik/gerabah) agar bisa lebih memiliki nilai jual yang layak.

 POKOK DO’A
Kemudian daripada itu aku melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba.
1.      Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku Kayu Agung, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
2.     Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Kayu Agung
3.      Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Kayu Agung yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
KERAJINAN TANGAN KAYUAGUNG
Kayuagung juga terkenal dengan kerajinan tangan perabot rumah tangga nya, misalnya pembuatan gerabah untuk peralatan masak yang terbuat dari tanah liat, dan juga dari seni ukiran juga sangat terkenal masyarakat nya sebagian besar juga berprofesi sebagai ahli ukir, biasanya yang di buat adalah lemari ukir atau biasa di sebut dengan nama lemari REK. Kesemuaan ari kerajinan tangan itu di wariskan keahliaanya kepada generasi penerus.
MAKANAN KHAS KAYUAGUNG
Di daerah pinggiran sungai juga banyak ibu ibu yang berprofesi sebagai pembuat kemplang, kerupuk, empek empek asli buatan kayuagung yang rasanya paling khas dan hanya ada di kota Kayuagung.

ADAT ISTIADAT
Kabupaten Ogan Komering Ilir terbagi atas beberapa suku yang berbeda adapt istiadatnya. Secara garis besar terbagi atas :
-       Suku Komering, meliputi berbagai daerah hulu sungai komering seperti Kecamatan Tanjung Lubuk dan Kecamatan Kota Kayuagung.
-       Suku Penesak, meliputi Kecamatan Pedamaran
-       Suku Jawa sebagian suku jawa dahulunya transmigran yang telah puluhan tahun menetap di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagian besar mereka berada di kecamatan lempuing, mesuji, pematang panggang, Air Sugihan, dan Cengal.
-       Suku Melayu sebagaian suku ini terdapat di Kecamatan Sirah Pulau Padang, Jejawi, Pampangan dan Tulung Selapan.

WISATA WARISAN BUDAYA DAERAH

ADAT PERNIKAHAN KOTA KAYUAGUNG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdkfKSxYYN1I0bzKL6UGKnctbXJrBawGtvgeQcj3mDXe0Whp_Z56Sff0mEEkHHlXzeHTzkTm2Mp5AGv79AeF5N0ZHpsP9BLd9P6I_WJzk27KzpFWP0dGV74BP-s4QgXQOUd2vGcpRPO2Y/s1600/imagesj.jpegSalah satu tradisi adat yang banyak perbedaannya adalah tradisi perkawinan. Bahkan terjadinya akulturasi dan perubahan-perubahan antar kebudayaan, yang mengakibatkan dalam satu daerah terdapat pola adat perkawinan yang memiliki tingkatan atau macam-macam bentuk upacara pernikahan. Secara teoritis perubahan kebudayaan berkaitan erat dengan perubahan pola kebutuhan masyarakat pendukung kebudayaan itu, yaitu kebutuhan biologis, sosiologis, dan psikologis, secara sederhana dapat dikaitkan bahwa kebudayaan selalu berubah mengikuti perubahan yang terjadi pada kebutuhan hidup masyarakat. Baik itu sendiri disebabkan oleh penetrasi kebudayaan luar kedalam kebudayaan sendiri atau karena terjadi orientasi baru dari kalangan intern masyarakat pendukung kebudayaan itu sendiri. Contohnya terdapat pada masyarakat Kayuagung sendiri. 





Di mana dahulunya upacara adat pernikahan yang dilakukan dengan cara pernikahan mabang handak, akan tetapi pada masa sekarang upacara pernikahan seperti itu sudah jarang dipakai masyarakat, karena sudah banyak memakai upacara adat pernikahan kawin begorok dan kawin sepagi. Hal ini dikarenakan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan lingkungan. Upacara pernikahan seperti ini terbilang unik. Dikatakan unik karena sistem adat perkawinannya mempunyai beberapa macam atau bentuk upacara perkawinan, akan tetapi walaupun demikian, peradabannya tetap bernuansa Islam. Macam-macam atau bentuk adat perkawinan di Kayuagung adalah: Kawin sepagi adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan secara simple atau dengan cara sederhana. Maksudnya adalah dengan terlaksananya acara ijab qobul saja itu sudah cukup, dan dirayakan secara sederhana tidak melibatkan rangkaian atau prosesi lainnya. 
Kawin Begorok adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan dengan rangkaian acara biasa, yang melibatkan kaum kerabat, tetangga dan handai taulan. Begorok Mabang Handak adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan secara besar-besaran, Maksudnya adalah upacara pelaksanaan itu dilakukan secara besar-besaran mempergunakan prosesi adat yang sangat lengkap dan beralur. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelititan lapangan (field reseach). Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi ini, dan nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam tradisi tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dan wawancara.
Upacara Ngarak Pacar adalah salah satu upacara ngarak dikayuagung ogan komering ilir dilaksanakan setelah sholat isya dimana pemakai baju pesalin bagi laki-laki pembawa atau penarik kereta juli ketempat orang tua mempelai wanita untuk menjemput pihak besan untuk melakukan upacara ngarak pacar, serta tidak ketinggalan musik yang ikut menyemarakan suasana upacara ngarak pacar, iringan musik dan sorak-sorai sepanjang jalan yang dilalui pasangan tersebut, banyak warga yang sengaja keluar rumah untuk melihat arak-arakan ngarak pacar ini
Ø  Kawin lari (setakatan) adat kayuagung
Kawin lari (setakatan)  identik dengan suatu hal negatif yang ada pada masyarakat... pada artikel ini ane mau meluruskan padangan yang salah tentang apa itu kawin lari khususnya manurut pandangan masyarakat suku Lampung Pubian...
Larian (kawin lari) merupakan perkawinan yang dilakukan oleh seorang Muanai (bujang) dan seorang muali (gadis) dimana sang muanai membawa terlebih dahulu si mauli sebelum adanya akad nikah... tentunya hal ini telah dibicarakan dan direncanakan terlebih dahulu, bukan secara spontan/dadakan... keluarga dari pihak muli tentunya juga telah mengetahui atau telah setuju, memang biasnya tidak seluruh anggota keluarga dan kelompok adat tau tentang rencana tersebut,, bila seandainya keluarga besar dan kelompok adat sudah tau,,, buat apa Larian...
Sebelumnya, pemikiran ane pun sama negatifnya dengan pemikiran sobat2 lain... tetapi setelah ane mendengar penjelasan langsung,, ane dapat mengerti mana yang bisa disebutkan sebagai adat dan mana yang merupakan perbuatan yang melanggar hukum???
Menurut buku yang ane baca ada syarat2 yaitu:
1. Muli yang dilarikan oleh mekhanai, wajib menaruh surat yang ditulis dan ditanda tangani oleh muli itu sendiri. Isi surat harus jelas, menerangkan bahwa mekhanai yang membawanya benama ... bin ... dan berasal dari kampung/daerah mana, serta meninggalkan sejumlah uang???
2. Seandainya mekhanai yang membawanya adalah berasal dari kelompok Lampung Pepadun, maka keluarga yang bertanggung jawab pada pihak muli wajib mengadakan dan mengundang keluarga besar, kelompok adat, sesepuh adat, dan orang2 terdekat untuk bermusyawarah (ngukhaw muakhian),, dan di dalam musyawarah,, keluarga si muli meminta maaf atas kesalahan karena keluarga/muli tidak ada pemberitahuan sebelumnya... Tetapi apabila mekhanai tidak berasal dari kelompok Lampung Pepadun maka ngukhaw muakhian tidak wajib dilaksanakan,, apabila dilaksanakan maka itu merupakan kebijaksanaan yang terpuji.
3. Seandainya mekhanai yang membawanya adalah berasal dari kelompok Lampung Pepadun, maka keluarga yang bertanggung jawab pada pihak mekhanai wajib mengadakan dan mengundang keluarga besar, kelompok adat, sesepuh adat, dan orang2 terdekat untuk bermusyawarah (ngukhaw muakhian),, dan di dalam musyawarah,, keluarga si mekhanai juga meminta maaf atas kesalahan karena keluarga/mekhanai tidak ada pemberitahuan sebelumnya... Tetapi apabila mekhanai tidak berasal dari kelompok Lampung Pepadun maka ngukhaw muakhian tidak wajib dilaksanakan,, apabila dilaksanakan maka itu merupakan kebijaksanaan yang terpuji. Selain itu keluarga mekhanai pun wajib menyelesaikan masalah atau melaksanakan acara ngantak salah (meminta maaf kepada keluarga pihak muli) 
4. Bila ketentuan-ketentuan pada point-poit diatas tidak deberlakukan atau tidak dilaksanakan,, maka akan ada tindakan-tindakan lain yang menanti?? Berupa hukuman denda.

Ø  Mulah

Malam mulah adalah malam menjelang akan dilaksanakan prosesi akad nikah pada esok harinya. Secara adat di era 80- an bahwa Malam Mulah itu adalah malam bagi pihak Keluarga dan Tetangga untuk bermasak-masak guna persiapan Hari persedekahan. Sedangkan pihak mudamudinya mengadakan malam tetabuhan semacam Malam Gembira. Pada saat itu pasangan Calon penganten berada di antara muda-mudi yang hadir, Baik muda-mudi yang datang dari kampung /dusunnya sendiri maupun dari luar dusun. Secara adat tempo dulu, pasangan Calon Penganten berkali-Kali naik-turun/keluarmasuk Rumah untuk berganti-ganti pakaian sebanyak 12 Kali. Pakaian yang digunakan Calon Mempelai Perempuan disebut “Pesakin”, yang dipakai Calon Penganten Laki-laki adalah satu stel dengan kain Calon Penganten Perempuannya. Perempuan memakai kebaya panjang, sedangkan laki-laki memakai stelan jas, peci dan memakai handuk. Namun karena adanya pergeseran nilai, Calon Mempelai Laki-laki terkadang hanya melakukan ganti pakaian sebanyak 5 atau 3 Kali Saja.

Ø  Kunganyan

Adalah bagian dari prosesi Pernikahan dalam Masyarakat suku Kayuagung. Kungayan adalah sekelompok bapakbapak dari pihak Calon Mempelai Perempuan yang kesemuanya adalah Keluarga dan Tetangga Calon penganten Perempuan, yang diundang oleh pihak Keluarga Calon mempelai laki-laki untuk menyaksikan jalannya ijab qobul. Rombongan mereka disebut rombongan Suami “ungaian” kegiatannya disebut Kungayan.
Ø  Nyuak dan ngulom (mengundang).
Petugas nyuak dan ngulom ini adalah orang yang diminta kesediaannya oleh keluarga yang melaksanakan upacara. Para petugas ini masih ada hubungan keluarga dengan yang punya hajat, untuk mengundang masyarakat yang bertempat tinggal dalam desa petugas mengundang. Jumlah petugas ini tergantung dari besar desa yang diundang dan bahkan kalau perlu sampai masing-masing juru nyuak dan ngulom berjumlah 3 orang petugas.Umumnya upacara nyuak dan ngulom ini dilakukan 3 hari sebelum hari turgi (munggah). Pakaian para petugas nyuak (bagi laki-laki), yaitu bakah-buluh, celana biru,
Kain sarung setengah tiang, pakai peci atau kopiah. Pakaian petugas ngulom (bagi kaum ibu-ibu) yaitu kain sarung batik putih, baju kurung warna biru, berkemban serta pakai tenda/tudung kepala (terbuat dari daun nipah), sekarang pakaian pantas saja.Jika petugas nyuak dan ngulom yakin tidak ada lagi yang ketinggalan untuk diundang, maka petugas tersebut segera melapor kepada yang punya hajat kepada petugas, maka bersama rombongan petugas lainnya bersama-sama diberikan suguhan ala kadarnya.
Ø  Ngebengiyankon (minta bantuan tetangga).
Ke-bengiyanan, berarti membantu bertugas menyelesaikan suatu pekerjaan yang diberikan oleh pihak keluarga atau famili sebelah istri kita sendiri. Sedangkan ke-majuan, berarti membantu bertugas menyelesaiakn suatu pekerjaan yang diberikan oleh keluarga atau famili sebelah suami kita sendiri. Ngebengiyankon, berarti keluarga yang punya hajat adalah keluarga dari istri kita sendiri, dating kerumah menyuruh petugas membawa sebuah rantang nasi putih dan telor rebus,
sebagai pengamitan untuk meminta bantuan tenaga dari para bengiyan dalam rangka upacara sedekah pernikahan. Berlakunya adapt ngebengiyankon hanya ada pada adapt pernikahan saja yang penuh ber-adat yang disebut masyarakat adat morge siwe “begawi atau begorok” dengan sebutan lain adapt pernikahan tingkat “adat mabang handak”.
Para bengiyan ini tidak dapat menolak atau menangguhkan penunjukan ini dari yang mempunyai hajat kecuali berhalangan, karena penunjukan atas bengiyan yang bersangkutan adalah berasal dari mertua atau setidak-tidaknya paman atau nenek pihak keluarga istri sendiri. Adapun kaitan atas penunjukan ini pada dasarnya mertua atau keluarga pihak istri dapat kehormatan menerima baju pesalin, yang melambangkan masih ada hubungan keluarga dekat dengan yang punya hajat.
Adapun bantuan yang dimintak adalah mulai dari awal kegiatan upacara sampai selesai, yang memakan waktu kurang lebih tiga hari tiga malam. Pekerjaan apa saja yang dibebankan sesuai dengan keahlian, tidak dapat ditolak dan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
Kedatangan para bengiyan ketempat upacara yang punya hajat, satrangkaik (lima buah) buah kelapa serta tidak ketinggalan terselip dipingganya sebuah parang kecil untuk alat dalam menyelesaikan suatu tugas yang diterimanya. Khusus untuk menservis makan dan minum para bengiyan ini, telah ditugaskan beberapa orang pukal (pelayan), dimana para pukal ini khusus pekerjaannya melayanin keperluan bengiyan, mulai dari makan, minum serta kepentingan lainnya. Sehingga para bengiyan ini merasa puas atas layanan yang diterimanya.
Macam-macam pekerjaan yang harus diselesaikan atau dikerjakan oleh bengiyan antara lain:
  1. memasak nasi di kawah.
  2. mengupas buah kelapa dan membelah kayu.
  3. Menimba dan mengangkut air.
  4. Antar jemput para undangan.
  5. Menyiapkan utoran hidangan untuk ungaian.
  6. Dan lain-lain pekerjaan berat yang berkaitan dengan upacara.
Tempat makan dan minum serta istirahat bengiyan disediakan khusus satu buah rumah yang tidak bercampur dengan para pembantu pekerja lainnya, serta orang-orang yang juga turut dengan kesibukan masing-masing.

Ø  Upacara adat mendirikan tarub/bangsal

Dahulu kala untuk melaksanakan upacar adat pernikahan serta kegiatan lainnya masyarakat adat Morge Siwe melakukannya di Sosat (balai desa). Segala bentuk mulai dari awal sampai akhir diselesaikan di Sosat. Termasuk juga tempat berkumpulnya bujang gadis menyambai (tapi sekarang tidak lagi). Namun oleh kemajuan zaman dan penghuni desa kian bertambah jumlah pendudukny, serta rumah-rumah banyak didirikan, maka fungsi sosat atau balai desa ini tidak lagi dimamfaatkan dan akibatnya tidak dirawat dan mengalami kerusakan.
Dimana-mana disetiap desa dalam morge siwe, kalau ada hajatan cukup diadakan dirumah masing-masing, skalau rumah kurang tempat maka didirikanlah sebuah bangunan tarub/bangsal dengan ukuran luas tergantung dengan keperluan. Kegiatan mendirikan tarub ini dikerjakan secara gotong-royong terdiri dari kaum kerabat, handai taulan, tetangga serta penduduk desa itu sendiri.
Mereka-mereka inilah yang mengusahakan meminjam dan mencari barang-barang yang diperlukan untuk pendirian tarub ini, sedangkan yang punya hajat sendiri terkadang tidak tahu menahu siapa dan dari mana barang-barang tersebut dipinjam atau disewa.Dalam upacara mendirikan tarub inilah dapat tercerminkan kegotong royongan masyarakat satu sama lain. Namun sekarang tarub/bangsal seperti tersebut diatas sudah sukar dipinjam lagi sudah ada tarub/terpal sewaan mau berapa petak saja.
Ø  Kilu wali nikah
Upacar adat kilu woli nikah dilaksnakan sebelum upacara adat ngumpul atau ningkuk dilaksanakan. Pelaksanaanya dilakukan oleh pihak keluarga mempelai laki-laki dating kerumah mempelai perempuan, yaitu mengutus  3 (tiga) orang laki-laki yang telah berkeluarga dengan didampingi seorang Penggawa yang berpakaian celana serta kemeja pakai kopiah sarung setengah tiang membawa:
  1. Satu tapsi atau talam nasi putih yang diatasnya ada seekor ayam panggang ditutupi tudung saji.
  2. Satu Tapsi atau talam nasi yang diatasnya………..
  3. Satu buah tepak berisi cukup sarananya, sebagai tanda kehormatan pembuka bicara untuk menyerahkan OMI BATURAN, minta wali nikah kepada ahli mempelai perempuan.
Maksud dan tujuan “KILU WALI” ini ialah,
agar Wali Nikah dari pihak mempelai perempuan diminta hadir pada upacara Adat Nikah yang akan dilangsungkan nantinya dirumah kediaman orang tua mempelai laki-laki, yang waktunya sudah di sepakati sebelumnya, yaitu pada upacra “KENGIAN”. Untuk diketahui sebagai SANKSI dari Adat KILU WOLI ini apabila tidak dipenuhi oleh pihak keluarga mempelai laki-laki, maka Wali Nikah atau orang tua mempelai perempuan tidak akan hadir pada waktu upacara Akad Nikah.
Kesimpulan Upcara Adat Kilu Woli ini jika tidak dipenuhi oleh pihak keluarga orang tua mempelai laki-laki, maka Upacara Adat Nikah ditunda dahulu, baru dapat dilaksanakan oleh tiga macam sarana dipenuhi seperti yang diuraikan diatas yaitu OMI BATURAN OMI SANIAN. Berlakunya Adat Kilu Wali ini tidak tergantung besar kecilnya sedekah perkawinan, walau sedekah perkawinan itu tidak memakai Adat sekalipun (Adat setinong-tinong dan sepinong-pinong). Juga Adat Kilu Woli ini tidak dapat di tebus atau diganti dengan uang ataupun barang. Hingga disini selesailah sudah .
Ø  Upacara adat ningkuk
Upacara Adat Ningkuk adalah awal permulaan dari tahap-tahap kegiatan pelaksanaan khusus untuk sedekah perkawinan yang tingkatannya “ADAT MABANG HANDAK” yaitu upacara yang penuh beradat, menurut sahutan masyarakat Kayuagung BEGAWI atau BEGOROK.
Yang diundang pada acara Ningkuk ini antara lain:
  1. Penerima Baju Pesalin laki-laki dan perempuan
  2. Proatin beserta ibu dalam dusun tersebut
  3. Ahli dari keluarga pihak mempelai perempuan atau yang mewakilinya beserta salah stu proatinnya
  4. Kaum kerabat handai taulan dan semua penduduk dalam dusun tersebut
  5. Mas ayu dan Cap dalom serta bujang dan gadis dalam dusun tersebut
  6. Para bengan dari penerima Baju Pesalin
  7. Yang dianggap perlu
Adapun yang memimpin cara Ningkuk sekaligus
yang menjadi juru bicaranya adalah proatin setempat beserta ibu, sebagai awal tanggung jawab sampai akhir dan pelaksanaan sedekah perkawinan ini. Ada cacat cela buruk baiknya pelaksanaan upacara Adat Perkawinan ini adalah tanggung jawab proatin yang telah diserahi kepercayaan oleh yang mempunyai hajat.
Kepada proatin yang bersangkutan sebelumnya diberikan antara Nasi Baturan/Omi sanian, sebagai Sorah Gawi, kepada pihak proatin pihak pengantin Perempuan adalah Kilu Tanoh Tangkop kepada Proatin pihak laki-laki Nyorahkon Gawi, adapun Omi Baturn atau Omi Sanian itu terdiri dari dua tapsi/ Talom tidak ada bedanyadengan antaran Kilu Woli.
Satu Tapsi/ Talam berisi nasi putih diatasnya ada seekor yam panggang dan Tapsi/ Talam kedua berisi nasi ketan yng diatasnya ada selembar daun wadah untuk gula merah atau gula aren. Penyerahan Sorah Gawi ini ada kalanya bersamaan dengan sekaligus dengan upacara Kilu Woli, yang meringankan atau meringkaskan pekerjaan, sebab banyak kegiatan lainnya telah menunggu untuk dilaksanakan.
Antaran Nasi Bantuan ini bertujuan dengan maksud upacara sedekah perkawinan ini pihak keluarga mempelai laki-laki dengan penuh harapan serta kepercayaan dan kehormatan, kiranya Proatin serta ibu dapat memimpin serta mengepalai dengan penuh tanggung jawab tasa penyerahan tugas ini selaku penguasa Adat. Bertidak sebagai juri bicara penyampaian upacara ningkuk ini, protin setempat menitik beratnya sebagai berikut:
Ucapan terima kasih kepada rombongan keluarga pihak mempelai perempuan beserta Proatinnya atas berkenan hadirnya serta tidak terkecuali kepada semua yang hadir. Mengumumkan satu persatu tahap-tahap acar yang akan dilaksanakan muali dari awal sampai akhir perayaan ini anatara lain hari dan tanggal, jam penjemputan Ungaian. Serta jumlah persediaan hidangan untuk rombongan keluarga pihak orang tua mempelai perempuan dan lain-lain hal yang dianggap perlu.
Mengharap bantuan tenaga dan pikiran semua pihak yang hadir untuk mencari, mengumpulkan segala macam keperluan dalam pelaksanaan upacara ini.
Pembagian tugas melalui pembentukan seksi-seksi. Membaca daftar penerima baju persalin, yang tujjuannya kalau terdapat kekeliruan dan kekhilafan, agar diralat jangan sampai ada yang terlupa yang harus berhak menerima baju persalin tersebut. Melalui Masayu dan Cap Dalom bagi seluruh bujang dan gadis agar sarana Oban/Bawaan Mouli-Muanai dicari dan dikumpulkan, serta tahap-tahap upacara ini diberi tahu.
Setelah semua selesai, maka ditanyakan pada semua hadirin apakah ada yang kurang dalam penyampaian ini atau ada usul dan saran. Sedang kepada pihak rombongn besar yang hadir ditanyakan juga apakah dapat memahami apa yang harus disamapaikan tadi.
Oleh karena tidak ada usulan dan saran serta semua yang hadir cukup paham dan mengerti, maka upacara ningkuk ini ditutup dengan do’a selamat serta para petugas hidangan menyiapkan sajian minuman ala kadarnya. Setelah selesai upacara ningkuk ini dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki, maka malam berikutnya keluarga pihak mempelai perempuan juga melakukan ningkuk yang serupa, dengan tujuan minta pada hadirin untuk mengirimkan kerumah keluarga mempelai laki-laki. Pada keluarga besar diantar setingkat makanan(biye) selaku kehormatan.
Ø  Sorah gawi pada proatin.
Tiap-tiap penduduk Masyarakat Adat Kayuagung (Morge Siwe), jika akan melangsungkan Adat Perkawinan, maka menjadi keharusan “SORAH GAWE DE PERWATIN”. Tahap serah gawi pada proatin, setelah upacara Adat Maju dan Bengiyan ngulom Bobon Morge bertanggung jawab memimpin segala Adat, sehingga kalu ada umpat dan puji dai upacara ini adlah proati.
Maksud dan tujuan dari sorah gawi ini ialah dalam upacar sedekah pernikahan, proatin tersebut bertanggung jawab memimpin
segala acara adat, sehingga kalau ada umpat dan puji dari upacara ini adalah proatin. Sebagai satu kehormatan permohonan minta kesediaan terhadap proatin tersebut menurut hukum Adat Kayuagung, yang punya hajat mengutus 3 (Tiga) orang membawa dan meyerahkan berupa:
  1. Satu hidangan atau tapsi nasi Ketan yang diatasnya ada seekor ayam panggang, ditudugi dengan tudung saji serta seprah.
  2. Satu hidangan tau tapsi nasi, tapsi yang diatasnya ada gula aren ditutup dengan aun pisang yang bulat  bentuknya.
  3. Satu buah tepak untuk membuka pembicaraan sebagai permohonan.
Awal tugas Pemimpin Proatin dimulai pada malam NINGKUK kehadapan para undangan, menguraikan tahap-tahap upacara yang akan diaksanakan satu-persatu. Juga ditekankan kepda semua yang hadir diharapkan bantuannya,agar upacara ini dapat berjalan dengan ancar seperti apa yang diharapkan serta yang diangn-angankan bgi yang punya hajad.
Kepada yang akan berpergian  dhrapkan ditangguhkan dahulu, untuk hadir dan membentu mengangkat sedekah ini. Proatin yang menjadi pemimpin upacara ini dibantu oleh perangkat bawaannyabeserta ibi-ibunya. Demikianlah upacara Adat Sorah Gawi dan selanjutnya akan kami uraikan tahap upacara KILU WaLI NIKAH
Ø  Upacara adat ngantat pekurangan.
Setelah upacara penyembelihan sapi atau kerbau selesai, dan hari sudah agak siang, maka ini giliran upacara ngantat pekurangan keluarga pihak orang tua maju. Adapun macam-macam pekurangan yang diantarkan ini ialah bahan-bahan mentah yang terdiri dari:
  1. Paha sapi atau kerbau bagian depan sebelah yang disembelih ini.
  2. Beberapa ekor ayam.
  3. Ikan.
  4. Sayur-sayuran bermacam-macam.
  5. Buah kelapa atau nanas.
  6. Dan lain-lain.
Dengan menggunakan sebuah
gerobak dan barang-barang tadi diletakan diatas, diantar oleh beberapa orang petugas kerumah orang tua mempelai perempuan. Setelah petugas dating ketempat rumah kediaman orang tua mempelai perempuan, maka barang-barang perkurangan ini diserahkan dan diterima ibu-ibu yang dituakan dengan yang yang gembira.
Kepada petugas pengantar pekurangan ini diberikan suguhan minuman ala kadarnya. Selesai minum, petugas mohon pamit pulang kembali menarik gerobak yang telah kosong. Disamping itu daging sapi yang telah disembelih ini juga diantarkan kepada penguasa adapt (Pasirah), dengan ukuran wadah sebuah bokor. Oleh karena jabatan Pasirah sudah dihapuskan maka tradisi ini sudah tidak ada lagi. Baik paha sapi maupun daging yang diantar ini kepada keluarga mempelai perempuan maupun kepada penguasa adapt, melambangkan sedekah pernikahan ini menyembelih sapi atau kerbau.

Ø  Upacara adat pati sapi.

Upacara adat pati sapi adalah dalam melaksanakan sedekah pernikahan tingkat adat pernikahan mabang handa, khusus ada tahap pati sapi. Sepintas kita dapat mengerti, bahwa upacara adapt pernikahan ini, akan menyembelih sapi untuk keperluan sedekah, karena akan mengundang orang ramai termasuk undangan sbelah besan.
Pelaksanaan penyembelihan sapi/kerbau dilakukan pagi hari selesai sholat subuh, sedangkan yang terlibat dalam kegiatan ini adalah para tetangga diketuai oleh khotib
dari desa tersebut. Irisan dagingnya telah diberikan petunjuk oleh panggung masak yaitu seorang wanita yang telah ahli dibidang masak-memasak.

PAKAIAN ADAT PERNIKAHAN DI KAYUAGUNG
Pernikahan adat di Kayuagung memiliki ciri khas atau yang membedakan dari daerah lain. Salah satunya pakaian. Pakaian yang digunakan pada saat pernikahan sudah menjadi adat dan harus ada pada saat pernikahan. Pakaian yang digunakan saat pernikahan antara lain sebagai berikut:

Ø  Pakaian Pengantin Inti
Pakaian inti adalah pakaian yang paling utama dan paling pokok dalam adat Kayuagung. Pakaian inti perempuan dibuat sangat meriah dan mewah dilihat dari penampilan, aksesoris yang berkilauan, dan make up yang digunakan pun harus berbeda dengan tamu bahkan pendampingnya (pukal). Sedangkan,yang membedakan pakaian inti laki-laki adalah kepudang (hiasan penutup kepala).

Ø  Pakaian Mulah
Mulah artinya berganti pakaian. Dalam adat Kayuagung , awalnya mulah dilakukan sebanyak tujuh kali. Itu berarti dalam satu hari pengantin laki-laki dan pengantin perempuan harus berganti baju sebanyak 7 kali, termasuk aksesoris kepala. Berikut macam-macam pakaian mulah:
a.       Mulah Pertama
Mulah pertama adalah pakaian yang pertama kali dipakai oleh pengantin pada saat mulah. Pakaian ini hampir sama dengan pakaian inti untuk perempuan. Namun, hiasan pada kepala sedikit dikurangai sehingga tampak lebih sederhana dibandingkan hiasan pada pakaian inti. Sedangkan untuk pengantin laki-laki masih tetap menggunakan kepudang namun tidak menggunakan dasi seperti pakaian pengantin inti laki-laki.
b.      Mulah Ke-2 sampai Ke-6
 Pada mulah ke-2 sampai ke-6 aksesoris kepala yang digunakan sama, hanya saja berganti pakaian, sarung dan kemban(selendang) untuk pengantin perempuan. Sedangkan pengantin laki-laki cukup mengganti sarung dan handuk. Karena lambatnya proses panggantian baju, biasanya pengantin hanya melakukan 5 kali berganti baju. Lagi pula pada mulah ke-2 sampai ke-6 aksesoris kepalanya sama. Maka dari itu, banyak pengantin yang tidak melaksanakan mulah ke-5 dan ke-6.
c.       Mulah ke-7
Mulah ke-7 adalah pergantian baju terakhir. Pada mulah ke-7 hiasan kepala menggunakan selendang tipis yang menutupi kepala.

Ø  Pakaian Pukal
Pukal artinya pendamping pengantin laki-laki dan perempuan. Pengantin laki-laki memiliki 2 pendamping laki-laki. Sedangkan, pengantin perempuan memiliki 2 pendamping perempuan. Pakaian pendamping pengantin harus sama (kembar) dan itulah yang menjadi ciri khas dari pakian pendamping.
TARIAN DAERAH
Ø  Tari Penguton
Dari sejarahnya, tarian ini lahir pada tahun 1889 dan pada tahun 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri, tarian ini disempurnakan untuk penyambutan kedatangan Gubernur Jendral Belanda. Sejak itu tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih Kayuagung.Tarian ini ditarikan oleh Sembilan orang gadiscantik yang dipilih dari Sembilan Marga yang ada di Kayuagung menggunakan iringan musik perkusi seperti Gamelan, gong, gendang yang sebagian instrumen tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Majapahit pada abad ke 15 dibawa oleh utusan Patih Gajah Mada. Konon alat-alat ini masih ada dan digunakan pada saat menyambut kedangan Presiden Soekarno saat pertama kali berkunjung ke Bumi Bende Seguguk pada tahun 1959. Pada tahun 1992 tari ini dibakukan sebagai tari sekapur sirih Kabupaten OKI.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipVsFHr0pEg59ljAi5l4KnMlfTJcv-0gNvUZ3Kw5QxF_TYaw0D9JNgqtyvR8qToKYs3W5jeYymwFeYYohOILnWe0l3v4s_iX_z8bYp5kP5DmYaNFfxXDRVcnj46FKhKmGu8bd8Dhdj5WA/s1600/5043625772_eda3120390.jpg





Ø  Tari Gopung
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgktdZx_O0INSw0B97yVLCdIzai90wCDVPAz8VByAtD07lQcOUWu-9gQEUL2KM53C_H1aZFMcPiAqZFiOLdkmObRAG8vNKIpkNQqfhRmbYTHAM2B_5Rnzq_ReAkLrM2eAAx31B76D11L8JF/s1600/2810_1067899333977_1120866514_30230.jpgTari Gopung Tari Gopung merupakan tari-tarian yang digunakan untuk penobatan rajaraja. Tarian ini lahir pada tahun 1778 di suku Bengkulah Komering. Fungsi tarian ini sampai sekarang masih eksis digunakan sebagai tari penobatan pangkat dan penyambutan tamu pemerintah di Kecamatan Tanjung Lubuk.






ALAT MUSIK TRADISIONAL
Ø  Tanjidur
Tanjidur (kadang hanya disebut tanji) adalah sebuah kesenian alat musik kesenian di Kayuagung yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup.[1] Alat-alat musik yang digunakan biasanya sama seperti orkes barisan. Kesenian Tanjidor juga di Betawi terdapat di Kalimantan Barat, sementara di Kalimantan Selatan sudah punah. Dan Jidur yaitu sekelmpok orang yang memaikan alat musik yang lebih dikenal dengan Tanjidur
http://warisanindonesia.com/wimedia/2011/09/tanjidor.jpg










Ø  Rebana
Penyebaran jenis kesenian tersebut merata dari pusat kota hingga ke pinggiran. Salah satunya Rebana yang juga bervariasi. Ada Rebana Biang, Rebana Burdah, Rebana Maukhid, Rebana Kasidah, Rebana Dor, Rebana Hadroh, Rebana Maulid, Rebana Ketimpring dll.
Keunikan musik rebana adalah hanya terdapat satu alat musik yaitu rebana yang dimainkan dengan cara dipukul secara langsung oleh tangan pemain tanpa menggunakan alat pemukul. Musik rebana dapat dimainkan oleh siapapun untuk mengiringi nyanyian dzikir, yang bertemakan pesan-pesan agama dan juga pesan-pesan sosial budaya.
Alat musik rebana terbuat dari kayu yang melingkar dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Di atas kayu yang melingkar tersebut dibalut bentangan kulit kambing atau sapi yang terikat kencang. Cara memainkannya, alat musik ini ditepuk dan diketuk sesuai irama. Tentunya, harus menyesuaikan dengan irama dan nada dari alat musik lainnya sehingga terdengar alunan musik yang syahdu.
Saat ini khususnya, kebudayaan rebana di Kayuagung masih digunakan dalam acara-acara pernikahan,sunatan,akikah,dan acara-acara  lainnya. Kebanyakan para ibu-ibu lah yang bermain kesenian rebana ini. Tapi di sebagian daerah atau di kecamatan Kayuagung sendiri masih banyak ditemui kesenian rebana yang dimainkan anak-anak, yang mengikuti kegiatan mengaji dimasjid. Mereka tetap melestarikan kesenian rebana ini, kegiatan yang sering diadakan sore hari ini sangat mengisi kegiatan yang bermanfaat .
 Kesenian rebana di Kayuagung  ini juga dikembangkan dengan cara mengadakan suatu perlombaan,perlombaan yang cukup besar, perlombaan yang diikuti hampir seluruh kecamatan di kabupaten OKI, perlombaan ini biasa diadakan di Kayuagung.Salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melestarikan kesenian rebana, alat musik yang tidak kalah uniknya dengan alat musik jaman sekarang. Peserta yang mengikuti perlombaan rebana ini cukup banyak. Perlombaan biasa dibagi menjadi dua bagian yaitu perlombaan yang khusus buat anak-anak dan para ibu-ibu .Peserta biasa terdiri kurang lebih 10 orang.
Dengan bentuk rebana yang beda ukuran, menghasilkan tabuhan bunyi yang berbeda-beda pula,  membuat tabuhan rebana menjadi sangat indah untuk didengar, ditambah dengan penampilan para peserta yang sangat menarik sehingga membuat kesenian rebana ini semakin tidak kalah saing dengan musik-musik modern saat ini. Perlombaan rebana di Kayuagung  ini bisa diadakan beberapa kali dalam setahun, sehingga orang-orang yang masih sangat suka bermain rebana bisa terus mengembangkan atau melestarikan kesenian rebana itu, menampilkan pertunjukkan dari sebuah alat musik rebana dengan lagu-lagu islami. Begitu juga dengan perlombaan bagi anak-anak, biasanya anak-anak yang mengikuti perlombaan rebana ini mulai dari umur 7 tahun sampai dengan 13 tahun, bahkan kadang perlombaan ini hanya khusus untuk rebana saja, tetapi ada juga yang mengadakan perlombaan islami untuk anak-anak TK-TPA khususnya,yaitu lomba seperti kaligrafi,cepat tepat islam, puisi islam ,membaca al-quran ,nasyid dan  rebana.
Kesenian alat musik rebana di Kayuagung ini memang belum berlomba sampai luar daerah Kayuagung atau tingkat yang lebih tinggi,tapi walaupun demikian ini tetap menjadi suatu kebanggan karena sudah dapat melestarikan dan tetap menggunakan alat musik rebana sebagai musik hiburan yang cukup populer di daerah Kayuagung. Membuat masyarakat tetap semangat bermain alat musik rebana, dengan berbagai perlombaan yang diadakan, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak sekalipun. Dengan kepintaran memainkan alat musik rebana, yang menggunakan kelihaian tangan ini yang membuat alat musik rebana menjadi lebih indah didengar, seringkali perlombaan ini dimenangkan oleh kecamatan Kayuagung, walaupun tidak mendapat juara pertama, kecamatan Kayuagung bisa tetap mendapat juara, perwakilan kecamatan Kayuagung. Perwakilan daerah kecamatan Kayuagung ini, biasanya kumpulan dari ibu-ibu yang mengikuti kegiatan rebana.
Perlombaan semacam ini biasa diadakan di Masjid Agung Kayuagung yang biasa mengundang peserta hampir seluruh kecamatan yang ada di kabupaten OKI, ini melihatkan kita bahwa memang benar kesenian rebana di Kayuagung ini masih sangat terjaga ,baik dari masyarakatnya maupun dari pemerintahnya .
Selain dalam perlombaan, kesenian rebana di Kayuagung seringkali digunakan untuk acara-acara pernikahan, sunatan dan lain sebagainya. Biasa nya yang mengisi acara ini adalah anak-anak dari TK-TPA, karena mereka yang sering kali berlatih alat musik rebana mengisi kegiatan belajar mereka dimasjid, para anak-anak TK-TPA inilah yang sering diminta oleh pembuat acara untuk mengisi acara hiburan. Dari hal semacam ini kesenian rebana bisa terus dikenal, dari orang dewasa sampai para anak-anak, agar meraka tidak hanya mengenal musik-musik yang sudah sangat modern di jaman sekarang ini, dengan suara yang dihasilkan oeh listrik ataupun sebagainya.
Pelestarian alat musik rebana ini, yang merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia, akan terus berkembang jika kita sebagai masyarakat dan pemerintah melakukan upaya pelestarian alat musik tradisional. Dengan terus mengadakan perlombaan dan lain sebagainya ,kita akan tetap melestarikannya. Dan tidak hanya alat musik rebana yang perlu kita lestarikan  tetapi juga alat-alat musik tradisional Indonesian  lainnya  yang merupakan suatu kebanggaan Negara Indonesia didalam kesenian .
PAKAIAN ADAT
Nama-Nama Kain Adat Dan Baju Adat Di Kayuagung
  • Angkinan: Baju pengantin/baju kebesaran adat Kayuagung
  • Kebaya Kurung Panjang: ciri yang memakai sudah bersuami
  • Kebaya Kurung Pendek/bunting: cirri yang memakai masih perawan
  • Kebaya Tapuk: Ciri yang memakai sudah bersuami
  • Kebaya Tojang: untuk undangan kehormatan/misal si ibu pengantin lakilaki diundang menghadiri hidangan atau kedulangan atau untuk menghadiri pernikahan
  • Balah Buluh: Pakaian laki-laki yang dilengkapi dengan Kepudang atau kopiah (kain berada di luar baju)
  • Teluk Belango: sejenis baju untuk kaum laki-laki untuk kepentingan adat dengan memakai peci dan kain dibalik baju
  • Sarung Pelikat:bentuk kain untuk lakilaki yang terbuat dari jerat jerami yang bermotif kotak-kotak besar ataupun kecil
  • Sarung bugis: untuk laki-laki
  • Kain Putungan (kain panjang) untuk pasangan kebaya pendek maupun kurung maupun kebaya biasa
  • Sarung Sungkitan (songket): pasangan Angkinan juga bisa untuk kebaya biasa
Untuk kaum wanita, nama-nama pakaian adatnya adalah: Beribit, Pelangi dan Jupri. Sedangkan motif yang utama adalah: Motif bunga biduk, Motif bunga oteh, Motif bunga Payi, Motif bunga Inton, Motif bunga Kipas, Motif Kemplang, Motif Jelujur, dan Motif bunga Kecubung.
BAHASA DAERAH KAYUAGUNG
Pada dasarnya berkembang bahasa Kayuagung yang terdeteksi oleh Summer Institute of Linguistics (SIL) berputaran 45,000 di tahun 1989, dan masuk dalam klasifikasi bahasa-bahasa Austronesia, Malayo- Polynesian, Lampungic, Abung ( http://www.ethnologne.com/show_languege.asp?code=vky ).Dalam perkembangannya, bahasa Kayuagug menghadapi kondisi yang stagnan atau bahkan akan mengalami kemunduran atau penurunan jumlah penutur seiring dengan terdesaknya bahasa Kayuagung ini dalam percaturan kebebasan di wilayah sendiri. Bahasa Kayuagung sangat “ terancam” dengan keberadaan bahasa derah lain, yaitu bahasa Melayu (Palembang), selain bahasa indonesia mungkin nanti akhirnya bahasa asing (bahasa Inggris) ( Sudarmanto, 2009a; 2009b).
Bahasa Kayuagung memang masih dipakai di wilayah atau kelurahan di Kecamatan Kota Kayuagung, atau di beberapa desa saja di wilaya Kecamatan Lempuing dan Mesuji. Akan tetapi pengunananya mulai sangat terbatas. Hal ini tampak pada pengunaan bahsa Kayuagung yang hanya dipakai oleh komunitas asli Kayuagung saja.. Bahasa Kayuagung masih dipergunakan di dalam rapat atau pertemuan di lingkungan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), desa/kelurahan, atau Morge, meskipun juga tidak menutup kemungkinan bahasa-bahasa lain yang muncul dipakai pertemuan tersebut, misalnya bahasa palembang atau bahasa Indonesia. Akan tetapi untuk rapat resmi atau formal, terutama di lingkungan pemerintah kecamatan dan kabupaten, bahsa Indonesia telah menjadi bahsa resmi yang layak untuk dipakai.
Bahasa Kayuagung masih lekat dipakai didalam acara lamaran seorang bujang kepada gadis. Hampir seluruh rangkaaian ‘ lamaran’, atau manjau (yang juga bermakna bertandang atau bertamu) ini masih menggunakan bahsa Kayuagung. Akan tetapi, pada saat resepsi pernikahannya, karena memperhatikan tamunya yang berenaka ragam latar belakang-justru bahasa yang dipergunakan adalah bahsa Indonesia. Perwara juga mengunakan bahsa indonesia untuk memandu rangkaian acara resepi pemerintahan. Acara ijab kabul pernikahan pun sudah mengunakan bahsa indonesia ( atau bahasa Arab). Mempelai laki-laki akan mendapatkan gelar baru atas pernikahan yang dijalaninya. Menurut masyarakat  Kayuagung sebagai masih mengikuti jalur patrlineal, di mana berkaitan dengan pemberian gelar ini hanya pihak laki-laki saja yang mendapatkan gelar sedangkan mempelai wanitanya tidak mendapatkan gelar. Pemberian gelar ini disebut masyarakat kayuagung dengan jejuluk. contah dari peberian jejuluk ini adalah nama aslinya saat lahir adalah Nawawi,Sedangkan nama jejuluk nya adalah Agung jaya/Agun Jaye/, orang Kayuagung memiliki kekhasan vokal /E / dalam bahasa nya. Contoh gelar yang lain adalah Cahaya Mukmin. Pemberian jejuluk ini makna yang menunjukan bahwa yang bersangkutan sudah menikah. Di kalangan keluarga besarnya, atau tetamu yang hadir dalam resepsi pernikahannya, mempelai laki-laki ini selanjutnya akan dipangkil dengan nama jejuluk nya, bukan lagi nama lahirnya.
ADAT LEBARAN DI KAYUAGUNG
Ø Midang di idul fitrihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhAzV3xAqQfndT9hZsH3arzvbRApwk2Los5PD2hnlrj0ytC9E9_5DBLZ71U7tjTmPRDLdZwQ7pQba_VGd68rZ7WmvC-gNGUGDjH0NH1p7WyVPevLGnQCITIVunrEzFbRygrJ4vfZMzm7U5/s320/Midang+%2837%29.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1U9pL13_yjgMquZkmUJNy5XBNE_-jNZorLZQvgV1YBNyAWkc8bDagvQ9ZadhDVtJhUKckHQpzrMPRyeDwpqSsikW1gKIFSlhHB7ljqcwwNv58-JHfGqZce1ff_75apDUsmNqAsuzoq87X/s320/Midang+%281%29.JPG






b.   Ritual Adat Midang
Di Kayuagung terdapat ritual adat tradisional yang disebut midang. Midang adalah ritual adat atau ritual tradisional yaitu arak-arakan beberapa orang dari setiap kelurahan dengan memakai pakaian adat dari beberapa provinsi. Midang biasanya dilaksanakan pada saathari raya idul fitri. Tepatnya pada hari keempat setelah hari raya. Sudah turun temurun tradisi ini digelar masyarakat Kayuagung yang terdiri dari sembilan marga (siwe morge). Hanya saja, kini ritual itu dilakukan untuk melestarikan tradisi. Karena perkawinan yang digelar masyarakat tak mungkin lagi bisa menyelenggarakan upacara sebesar itu.
Upaya pengembangan budaya midang pada masyarakat morgesiwe antara lain untuk: mempromosikan budaya midang ke masyarakat luas, berpartisipasi dalam penyelenggaraan budaya midang,  memotivasi muda mudinya, menjalin kerja sama dengan masyarakat kecamatan lain, mensosialisasikan budaya midang. Dalam pengembangan budaya midang ini ada beberapa faktor kendala yang dihadapi yaitu faktor internal yang meliputi masalah dana, jauhnya jarak yang ditempuh oleh peserta midang saat midang dan masalah perlengkapan midang,  faktor eksternal yang meliputi menurunnya minat peserta midang, jauhnya lokasi untuk menonton midang dan kurangnya kerjasama dengan pemerintah. Upaya pengembangan budaya midang pada masyarakat adat morgesiwe saat ini sudah cukup optimal walaupun masih ada beberapa faktor kendala yang dihadapi, dengan adanya pengembangan tersebut diharapkan budaya midang ini masih dapat bertahan menjadi ciri khas dari masyarakat kayuagung dalam memeriahkan hari raya Idul Fitri.
c.    Pelaksanaan Midang
Pelaksanaan midang diiringi musik tanjidor, ratusan pasang pengantin remaja melakukan tradisi ritual pasca-Lebaran di Kayuagung, Ibu Kota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dengan berjalan sejauh 5 km.  Selain menyusuri jalan di sepanjang Sungai Komering yang membelah kota yang terletak sekitar 65 km dari Palembang Ibu Kota Sumatera Selatan, barisan pengantin remaja itu juga menyeberangi Sungai Komering dengan perahu ketek. Selain menyusuri jalan di sepanjang sungai tersebut,  barisan pengantin remaja itu juga menyeberangi Sungai Komering dengan perahu ketek. Dalam tradisi midang ini, spontanitas warga kota yang berpenduduk sekitar 180.000 keluarga memadati sepanjang jalan yang dilalui. Karena banyaknya pasangan pengantin remaja yang ikut meramaikan ritual midang.
Dalam ritual midang, digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status. Pada ritual itu, setiap marga diwakili satu pasang pengantin inti yang berpakaian lengkap pengantin khas Kayuagung diiringi puluhan bahkan ratusan pengantin remaja sebagai pengiring. Banyaknya jumlah pengiring ini, bergantung besar kecilnya keluarga. Semakin besar keluarga, semakin banyak pengantin pengiring. Arak-arakan ini juga diiringi musik tanjidor yang membawakan lagu daerah.
MIDANG diikuti oleh 10 MORGESIWE yaitu :
1. Jua-jua
2. Kedaton
3. Paku
4. Kayu Agung asli
5. Sukadana
6. Sidakersa
7. Cnta Raja
8. Perigi
9. Kotaraya
10. Tanjung Rancing
Ke-10 morgesiwe inilah yang setiap hari raya selalu meramaikan kota kayu agung, mereka biasanya menampilkan pakaian-pakaian adat yang ada di indonesia. midang selalu diikuti dengan tanjidor
d.   Syarat midang
Pengantin inti lelaki maupun pengantin pengiring mengenakan handuk sebagai selendang. Sebagai pertanda bahwa usai arak-arakan mereka akan mandi di Sungai Komering. Saat mandi itu tidak mengenakan apa-apa, kecuali handuk yang dilepas begitu tubuh masuk ke air. Mereka meski melewati pendopoan, karena dari zaman dahulu mengharuskan para pengantin melewati pendopoan yang kini ditempati bupati.             
Zaman dahulu, dalam arak-arakan juga dibawa bong (tempat mandi dari kayu yang mengapung) yang biasanya ditempatkan di sungai. Itu pertanda ada keluarga baru, ada bong baru. Tetapi karena sekarang sulit mendapatkan kayu besar yang mengapung, bong itu ditiadakan.Selain itu, arak-arakan juga diramaikan juli (gerobak yang dihiasi seperti perahu atau kapal). Pengantin inti ini pun dinaikkan di atas juli saat melewati pendopoan. Kini, pela midang tanpa bong dan juli. Arak-arakan cukup berjalan kaki.Tradisi arak-arakan ini tetap harus dilestarikan. Apalagi, kalau menunggu ada perkawinan mabang handak (bawang putih) yang mampu menggelar midang, rasanya cukup sulit karena membutuhkan dana sangat besar. Karenanya, sejak puluhan tahun lalu, tradisi yang dikenal sejak kesultanan Palembang tahun 1800 Masehi lalu, digelar usai Lebaran.
Masyarakat Kayuagung yang menetap di kota itu ataupun perantau yang mudik saat Lebaran kini memang dapat menikmati midang tanpa perlu menggelar perkawinan. Dengan biaya swadaya masyarakat, usai Lebaran Kota Kayuagung akan selalu ramai. Mereka tumpek di sepanjang jalan yang dilewati peserta midang.Selain midang masih ada acara yang lebih unik lagi, misalnya BIDAR (lomba dayung) yang dilaksanakan setahun sekali di kayuagung.
Ø Tradisi Hantaran Rantang
Di daerah lain negara Indonesia, hantar-menghantar makanan idul Fitri memang sudah manjadi tradisi tersendiri, namun di Kayu Agung cukup unik cara hantar-menghantar makanan ini. Biasanya satu keluarga akan mengunjungi keluarga lain yang lebih tua dengan membawa rantang berisi aneka makanan, snack, kue, minuman dll (Ingat saat berkunjung Idul Fitri, bukan pada waktu yang lain). Nah uniknya tuh semua barang-barang hantaran, akan dibalas kembali oleh sang tuan rumah. Rantang-rantang yang telah kosong akan diisi oleh berbagai macam aneka makanan dan kue yang hampir sama.
Ø Bolu Susu (Lapis Legit Susu)
Ini dia makanan khas hampir di sepanjang deretan Sumatra Selatan termasuk Kayu Agung saat Idul Fitri atau Idul Adha, yaitu kue lapis legit yang unik. Bahan-bahan sama dengan lapis legit biasa namun bayangkan saja telurnya sampai sekitar 20-40 buah (iks kasihan ayamnya…). Harga bisa diprediksi sendiri bakal selangit. Membuatnya pun lama, karena dipanggang secara manul maka butuh waktu minimal dua jam untuk memanggangnya saja (capak dah x_x). Tapi jangan heran kalau sudah kelar akan menjadi rebutan karena rasanya selain legit juga berminyak gurih seperti susu (yang berhubungan dengan susu emang gurihhhhhhhhh). Asli tanpa bahan pengawet maka kue ini tidak akan bertahan lama (emang isa bertahan lama… lah habisnya cepat hehe). kue ini wajib dicicipi jika kita berkunjung ke Kayu Agung atau kota lain sepanjang Sumatra Selatan.
Nah sekarang tinggal menunggu pemerintah bagaimana mengembangkan tradisi dan budaya di Kayu Agung agar lebih maju dan dikenal luas masayarakat. Secara fisik kemajuan kota ini sudah mulai nampak, namun tradisi baik yang ada jangan sampai hllang tergerus zaman. Semoga kelak saat Sinyo main ke sana hal-hal baik dapat bertambah banyak amiin.
http://syagga.blogspot.com/2012/09/pakaian-adat-pernikahan-di-kayuagung_17.html
PARIWISATA
Sektor Pariwisata merupakan Sektor Unggulan di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang kaya akan Potensi Alam Budaya untuk dikembangkan menjadi Objek Wisata. Dalam pengembangannya, objek wisata di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kemajuan yang berarti seiring upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Objek Wisata di Kabupaten Ogan Komering Ilir yaitu Objek Wisata Alam, Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya dan Objek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.
OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA
POTENSI WISATA ALAM Yang ada di Kab.OKI :
1.      Danau Teluk Gelam di Kecamatan Tanjung Lubuk
2.      Pulau Maspari di Kecamatan Tulung Selapan
3.      Lebak Air Itam dan Danau Teluk Rasau di Kecamatan Pedamaran
4.      Lebak Deling Pangkalan Lampam di Pangkalan Lampam
5.      Hutan Suaka Sebokor, Hutan Mangrove di Kecamatan Tulung Selapan
6.      Sungai Komering di Kecamatan Kota Kayuagung
7.      Lebak Besar Teloko di Kecamatan Kota Kayuagung
8.      Pantai Sungai Lumpur di Kecamatan Cengal
9.      Kuala Sungai Pasir di kecamatan Tulung Selapan

DAFTAR OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM OKI 2009
NO
NAMAODTW ALAM
DAYA TARIK
LOKASI
1
Danau Teluk Gelam
Panorama Alam, Rekreasi/olh raga air
Teluk Gelam
2
Sungai Komering
Sungai Yang Indah,Serta Bangunan Kota Lama Kayuagung Disekitarnya (Riverfront Kota Lama Kayuagung)
Kota Kayuagung
3
Pulau Mangrove
Panorama Hutan Mangrove Pantai Timur
Cengal
4
Pulau Maspari
Pulau Kecil, Pemukiman Nelayan
Tulung Selapan
5
Lebak Besar Teloko
Rawa Rawa Lebak Di Tengah
Kota Kayuagung
6
Danau Teluk Rasau
Rawa Rawa Lebak Didalam
Pedamaran
7
Kuala Lebung Itam
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
Tulung Selapan
8
Kuala Sungai Sibur
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
Tulung Selapan
9
Kuala Sungai Pasir
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
Tulung Selapan
10
Pantai Sungai Lumpur
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
Cengal

DAFTAR NAMA OBJEK DAYA TARIK WISATA BUDAYA OKI 2009
NO
NAMA ODTW BUDAYA
DAYA TARIK
LOKASI
1
Rumah Seratus Tiang
Keunikan rumah adat memiliki 100 (seratus) tiang dan mempunayai alang sepanjang 30 (tiga puluh) meter tanpa sambung.
Didalamnya terdapat peninggalan benda-benda tradisional.
Tanjung Lubuk
2
Negeri Silop (Negeri Hilang)
Keindahan negeri yang fatamorgana (merupakan negeri siluman menurut cerita warga sekitar).
Kayuagung
3
Makam Seriang Kuning
Merupakan Makam Leluhur Bagi Masyarakat Setempat
Kayuagung
4
Makam Ratu Jimat dan Puyang Bucit
Merupakan Makam Leluhur Bagi Masyarakat Setempat
Kayuagung
5
Rumah Adat Kayuagung
Keunikan rumah adapt yang berusia ± 200 tahun, banyak memiliki nilai sejarah dan nilai tradisional didalamnya.
Kayuagung
6
Bukit Batu
Terdapat sebuah Pohon Jerungkung (pohon aren tempat terjadinya perkelahian antara sipahit lidah dan si mata empat), terdapat Batu Gajah, Batu Pengantin, Batu Lesung, merupakan daerah keramat bagi warga sekitar.
Pampangan
DAFTAR NAMA OBJEK DAYA TARIK WISATA MINAT KHUSUS 2009
NO
NAMA ODTW MINAT KHUSUS
DAYA TARIK
LOKASI
1
Danau Teluk Gelam
Memiliki Landscape yang baik, dapat menikmati olah raga air, rally wisata, dapat menyaksikan lomba seni suara burung perkutut, Extreme Adventure Off Road, camping, Hiking, Playground untuk anak-anak serta dapat menyaksikan event-event kesenian dan kebudayaan di obyek wisata ini.
(Wisata Adventure, Wisata Sport dan Wisata Air).
Teluk Gelam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz-AyNIGR8taD_8iUeKUwnnsQ6HOnycWuAM-7SAgKLVyo00A82MWwqev1APtUqsMz7a9UkmpHsW1E3Zhh4LFgAu8bHa0ffY7NBtQIVYNyUhUHJoxtxdjMB70CMVfV1X0Oiwt57IU0ffDE/s1600/nn.jpeghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOoS9xfhsfcXYIJ_S-qxorM1ltXogQJIpk6CliQ1o6wOw-fTSqAzdGH4h7N6dsifwogC6GxzXraLL86MJDoahcwsSWMsSqV9PtDF79rO5OaHWd5mGmbrSWo_HHcnI2asDQs-MjwZ27onQ/s1600/images.jpegBIDAR DI KAYUAGUNG 






Bidar adalah salah satu tradisi di Kayuagung yang diperlombakan satu tahun sekali, pemain bidar biasanya terdiri dari 10-15 orang dalam satu perahu. yang mengikuti perlombaan biasanya kelurahan dari kecamatan kayuagung tepatnya morge siwe bagi yang belum mengetahui  morge siwe. morge siwe adalah kelurahan-kelurahan yang tepatnya berada dipinggiran sungai.morge siwe terdiri dari 9 kelurahan dipinggir sungai yaitu
1.kayuagung asli 2.perigi 3.kutaraya 4.kedaton 5.jua-jua 6.sidakersa 7. mangunjaya 8.paku dan yang terakhir adalah Sukadana. Kembali lagi ke bidar biasanya orang yang mengikuti bidar usia nya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. orang yang mengikuti bidar biasanya memperebutkan hadiah yang menarik.


4 komentar:

  1. AKHIR TAHUN PINJAMAN DI RATE SANGAT RENDAH.
    Halo, aku Mrs. Sandra Ovia, pemberi pinjaman uang pribadi, yang Anda dalam utang? Anda membutuhkan dorongan keuangan? pinjaman untuk mendirikan sebuah bisnis baru, untuk bertemu dengan tagihan Anda, memperluas bisnis Anda di tahun ini dan juga untuk renovasi rumah Anda. Aku memberikan pinjaman untuk lokal, internasional dan juga perusahaan pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%. Anda dapat menghubungi kami melalui Email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
    Anda dipersilakan untuk perusahaan pinjaman kami dan kami akan memberikan yang terbaik dari layanan kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

      Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

      Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

      Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

      Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

      Hapus
  2. Saya Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan Tuhan yang baik dalam hidup saya untuk orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata itu, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara.
    Apakah mereka mencari pinjaman di antara Anda? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan kredit palsu di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6 kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.

    Saya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan seorang teman saya yang saya jelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya kepada perusahaan pinjaman yang dapat diandalkan yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapatkan pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM pada tingkat rendah 2% dalam 24 jam yang saya terapkan tanpa tekanan atau stres. Jika Anda membutuhkan pinjaman, Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)

    Jika Anda memerlukan bantuan dalam proses pinjaman, Anda dapat menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka, Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah membayar pembayaran cicilan bulanan seperti yang disepakati dengan perusahaan pinjaman.

    Jadi saya memutuskan untuk membagikan karya baik Tuhan melalui SANDRAOVIALOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Mahakuasa akan selalu memberkatinya.

    BalasHapus
  3. LuckyClub: Best casino site for betting on slots, live
    LuckyClub is one of the luckyclub best gambling sites with over 50 live casino games from the best software providers, making them a great choice for

    BalasHapus