KOTA KAYU AGUNG, OGAN KOMERING ILIR
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kayu Agung adalah
sebuah kecamatan dan
merupakan ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia. Ibukota
ini terletak pada jalur strategis, kenapa demikian. Karena Kayu Agung Salah
Satu Kota Transit yang terletak di Jalur Lintas Timur, yang merupakan jalur
utama dari Bandar Lampung ke Palembang maupun sebaliknya.Ibukota ini memiliki
luas 144,53 km² dan berpenduduk 64.584 ribu jiwa (2011). Dengan Kepadatan
penduduk 446 jiwa/km². Dan merupakan salah satu Kota Terpadat Ke-2 setelah Palembang.
Kayuagung sebuah kota yang terletak di lintas timur
sumatera, Salah satu dari Kabupaten dari Provinsi Sumatera Selatan (Palembang),
Kayuagung yang berjarak 65 KM dari pusat kota Palembang, Kayuagung merupakan
Daerah Tingkat II di provinsi sumatera selatan. Kayuagung merupakan ibukota
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
SEJARAH NAMA KAYU AGUNG
Nama Kayuagung secara umum berasal dari sebuah sejarah, dimana pada zaman
dahulunya, daerah kota kayuagung terdapat pohon-pohon yang berukuran besar,
bahkan ada yang sampai berdiameter 4 meter , kemudian disimpulkanlah oleh para
petua Pohon itu berarti Kayu sedangkan Besar Itu Agung. mungkin andapun secara tidak sengaja pernah melihat pohon
berukuran besar di kota anda, kemungkinannya itu merupakan pohon kayuagung,
tapi bukan berarti setiap pohon yang besar itu merupakan pohon kayuagung, ciri
khas pohon Kayuagung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan
memiliki akar yang besar dan menjular, selain itu juga terdapat akar yang
menjular dari atas kebawah, jadi dari sebuah pohonlah nama dari kota kayuagung
itu.
Kayuagung ibukota dari Kabupaten Ogan Komering Ilir
merupakan Pemerintah Daerah Tingkat II di Sumatera Selatan yang luasnya sekitar
21.469,90 kilometer persegi yang secara geografis terletak antara 104 2'-106 o'
derajat Bujur Timur dan 4o 30'-4o 15 derajat
Lintang Selatan. jumlah penduduk dalam sensus 2008 mencapai kurang-lebih 55,285 ribu jiwa lebih, mayoritas penduduknya beragama Islam.
ASAL USUL
DIBALIK NAMA DUSUN
Setiap nama dusun di Kayuagung, memiliki cerita tersendiri :
·
Sukadana, dinamakan Sukadana karena lebak dari dusun
itu mengelilingi sebuah danau. Pada mulanya dusun ini bernama Suka Danau, tapi
lama kelamaan berubah penuturannya menjadi Sukadana.
·
Paku, dinamakan demikian memiliki latar belakang
peristiwa berhubungan dengan tumbuhan paku atau sejenis pakis. Menurut cerita,
pada waktu merintis dusun ini, Tuan Mekedum alias Bucit terjatuh kedalam
pusaran air di Lubukbaru. Tempat ini berada di sebelah selatan dusun Jua-Jua.
Pada waktu terjatuh itu ia dapat berpegang pada serumpun tumbuhan paku dan
lantaran itu ia selamat dari pusaran air. Untuk memperingati peristiwa ini
dusun ini dinamakan dengan dusun Paku. Menurut cerita, Bucit menjadikan paku
sebagai suatu tumbuhan patangan untuk dimakan.
·
Mangun Jaya, berasal dari nama seseorang pimpinan yang
merintis di buatnya dusun ini. Namanya adalah si Mangun, sedangkan jaya berarti
sukses atau kejayaan.
·
Sida Kersa, diambil dari penggunaan tempat ini pada
zaman dahulu sebagai tempat orang penghukuman. Dalam bahasa kayuagung, orang
hukuman disebut Dersa. Kata ini selanjutnya di pandang sebagai kata dasar yang
setelah melalui penuturan dari masa ke masa menjadi Sida Kersa.
·
Jua-Jua di ambil dari nama ikan Juwa-juwa yaitu
semacam ikan seluang. Karena mengikuti penuturan lama kelamaan kata juwa-juwa
berubah menjadi Jua-Jua.
·
Kayuagung, disebut demikian sebagaimana telah
disinggung terdahulu ialah karena ditengah-tengah dusun ini terdapat sebatang
kayu yang sangat besar. Sekarang kayu itu sudah tidak ada lagi.
·
Perigi, dinamakan Perigi karena pada waktu
mendirikannya didusun ini ada sebuah kolam atau Perigi. Lagi pula nama ini
merupakan pindahan dari nama dusun di Pematang Sidahutang.
·
Kotaraya dinamakan karena ini pada dahulunya
merupakan kota ini adalah kota yang ramai.
NEGERI SULAP
Perlu anda ketahui di Kayuagung terdapat daerah fenomenal , daerah itu disebut dengan
nama negeri silop, artinya negeri sulap, di daerah ini konon ceritanya adalah
cerita nenek moyang , daerah ini sangat aneh dan tidak boleh di huni oleh
masyarakat,masyarakat yg mencoba memasuki daerah ini menurut cerita tidak akan
bisa kembali ke kampung halaman nya lagi ,dulunya juga pernah diadakan
pembangunan jalan di sana dan setelah keesokan hari nya bulldozer dan aspal yg
sudah di buat kemarin hilang bagai di telan bumi.!!!! kemanakah benda sebesar
itu hilang??? itu tanda tanya besar.. apakah ada pencuri di tengah hutan
belantara??? hal itu hanya tuhan yang tahu......tapi sampai dengan detik ini
daerah itu juga masih belum ada penghuninya,tapi jangan takut daerah itu jauh
dari kawasan perkotaan.
SOSIAL BUDAYA
Mata
pencaharian suku ini bertani, berdagang, dan membuat gerabah dari tanah liat.
Bentuk pertanian kebanyakan bersawah tahunan karena daerahnya terdiri dari
rawa-rawa. Jadi sawah hanya dikerjakan saat musim hujan. Tehnik pengolahan
tanah adalah sebagai berikut : pertama-tama rumput dibersihkan/dibabat dan
setelah air sawah tinggal sedikit baru padi ditanam. Pekerjaan membersihkan
rumput umumnya dilakukan laki-laki, namun saat panen dikerjakan secara gotong
royong.
Garis
keturunan suku ini ditarik secara bilateral (dari ayah atau ibu). Susunan
kemasyarakatan sangat dipengaruhi adat Simbur Cahaya, yaitu sistem
kemasyarakatan berdasarkan undang-undang Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan
Palembang. Dalam adat Simbur Cahaya ini, masyarakat dibagi atas tiga golongan
bangsawan, rakyat biasa, dan rakyat jelat. Tiap warga masyarakat wajib bekerja
bakti (gate atau mata gawe) untuk kepentingan dusun, marga, dan istana. Setiap
penduduk yang dapat bekerja, sudah kawin, dan memiliki rumah sendiri harus
memenuhi kewajiban-kewajibannya terhadap raja, yang berupa wahib pajak dan
wajib dinas.
Keputusan-keputusan terhadap perkara-perkara
adat diambil dengan mengadakan rapat adat menurut tingkatannya, yaitu rapat
dusun, rapat kampung, rapat marga, rapat kecil, dan rapat besar. Rapat dusun
dan rapat kampung dipimpin oleh pasirah atau depati. Rapat kecil diadakan oleh
beberapa marga yang terlibat dalam satu masalah. Rapat besar ditangani oleh
tumenggung atau rangga. Adat istiadat suku ini meliputi banyak upacara
tradisional, mulai dari adat kelahiran, meminang, perkawinan, khitanan, sampai
dengan adat kematian. Bentuk kesenian khas daerah terdiri dari: tarian adat,
permainan gurdah, rebana, kasidah, dll.
AGAMA/ KEPERCAYAAN
Suku Kayu
Agung mayoritas beragama Islam, tetapi mereka juga mempertahankan kepercayaan
lama, yaitu kepercayaan mengenai dunia roh. Suku Kayu Agung percaya bahwa
roh-roh nenek moyang dapat mengganggu manusia. Oleh karena itu, sebelum mayat
dikubur harus dimandikan dengan bunga-bunga supaya arwah roh yang mati lupa
jalan ke rumahnya. Mereka juga percaya akan dukun yang membantu dalam upacara
pertanian, baik saat menanam maupun saat panen. Selain itu ada tempat-tempat
keramat yang mereka anggap sebagai tempat bersemayamnya para arwah.
KEBUTUHAN
Kebutuhan suku Kayu Agung ini yang mendesak adalah penerapan teknologi
pertanian yang tepat untuk kondisi tanah yang berawa-rawa. Dibutuhkan juga
pembinaan masyarakat untuk menemukan alternatif sumber pemenuhan kebutuhan
hidup, seperti peningkatan hasil kerajinan tangan dari tanah liat
(keramik/gerabah) agar bisa lebih memiliki nilai jual yang layak.
POKOK DO’A
Kemudian daripada itu aku
melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat
terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri
di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang
daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru :
"Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak
Domba.
1. Berdoa
agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku
Kayu Agung, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar
hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang
berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
2. Berdoa
agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan
bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum
profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan
hidup suku Kayu Agung
3. Berdoa
bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi
suku Kayu Agung yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup
mereka.
KERAJINAN TANGAN KAYUAGUNG
Kayuagung
juga terkenal dengan kerajinan tangan perabot rumah tangga nya, misalnya
pembuatan gerabah untuk peralatan masak yang terbuat dari tanah liat, dan juga
dari seni ukiran juga sangat terkenal masyarakat nya sebagian besar juga
berprofesi sebagai ahli ukir, biasanya yang di buat adalah lemari ukir atau
biasa di sebut dengan nama lemari REK. Kesemuaan ari kerajinan tangan itu di
wariskan keahliaanya kepada generasi penerus.
MAKANAN KHAS KAYUAGUNG
Di daerah
pinggiran sungai juga banyak ibu ibu yang berprofesi sebagai pembuat kemplang,
kerupuk, empek empek asli buatan kayuagung yang rasanya paling khas dan hanya
ada di kota Kayuagung.
ADAT
ISTIADAT
Kabupaten
Ogan Komering Ilir terbagi atas beberapa suku yang berbeda adapt istiadatnya.
Secara garis besar terbagi atas :
-
Suku
Komering, meliputi berbagai daerah hulu sungai komering seperti Kecamatan
Tanjung Lubuk dan Kecamatan Kota Kayuagung.
-
Suku
Penesak, meliputi Kecamatan Pedamaran
-
Suku Jawa sebagian
suku jawa dahulunya transmigran yang telah puluhan tahun menetap di Kabupaten
Ogan Komering Ilir sebagian besar mereka berada di kecamatan lempuing, mesuji,
pematang panggang, Air Sugihan, dan Cengal.
-
Suku Melayu
sebagaian suku ini terdapat di Kecamatan Sirah Pulau Padang, Jejawi, Pampangan
dan Tulung Selapan.
WISATA WARISAN BUDAYA DAERAH
ADAT PERNIKAHAN KOTA
KAYUAGUNG
Salah satu tradisi adat
yang banyak perbedaannya adalah tradisi perkawinan. Bahkan terjadinya
akulturasi dan perubahan-perubahan antar kebudayaan, yang mengakibatkan dalam
satu daerah terdapat pola adat perkawinan yang memiliki tingkatan atau
macam-macam bentuk upacara pernikahan. Secara teoritis perubahan kebudayaan
berkaitan erat dengan perubahan pola kebutuhan masyarakat pendukung kebudayaan
itu, yaitu kebutuhan biologis, sosiologis, dan psikologis, secara sederhana
dapat dikaitkan bahwa kebudayaan selalu berubah mengikuti perubahan yang
terjadi pada kebutuhan hidup masyarakat. Baik itu sendiri disebabkan oleh
penetrasi kebudayaan luar kedalam kebudayaan sendiri atau karena terjadi
orientasi baru dari kalangan intern masyarakat pendukung kebudayaan itu
sendiri. Contohnya terdapat pada masyarakat Kayuagung sendiri.
Di
mana dahulunya upacara adat pernikahan yang dilakukan dengan cara pernikahan
mabang handak, akan tetapi pada masa sekarang upacara pernikahan seperti itu
sudah jarang dipakai masyarakat, karena sudah banyak memakai upacara adat
pernikahan kawin begorok dan kawin sepagi. Hal ini dikarenakan menyesuaikan
dengan kebutuhan masyarakat dan keadaan lingkungan. Upacara pernikahan seperti
ini terbilang unik. Dikatakan unik karena sistem adat perkawinannya mempunyai
beberapa macam atau bentuk upacara perkawinan, akan tetapi walaupun demikian,
peradabannya tetap bernuansa Islam. Macam-macam atau bentuk adat perkawinan di
Kayuagung adalah: Kawin sepagi adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan
secara simple atau dengan cara sederhana. Maksudnya adalah dengan terlaksananya
acara ijab qobul saja itu sudah cukup, dan dirayakan secara sederhana tidak
melibatkan rangkaian atau prosesi lainnya.
Kawin
Begorok adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan dengan rangkaian acara
biasa, yang melibatkan kaum kerabat, tetangga dan handai taulan. Begorok Mabang
Handak adalah prosesi adat perkawinan yang dilaksanakan secara besar-besaran,
Maksudnya adalah upacara pelaksanaan itu dilakukan secara besar-besaran
mempergunakan prosesi adat yang sangat lengkap dan beralur. Dalam penelitian
ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang
digunakan adalah penelititan lapangan (field reseach). Tujuan penelitian ini
adalah guna mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi ini, dan
nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam tradisi tersebut. Metode pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dan wawancara.
Upacara
Ngarak Pacar adalah salah satu upacara ngarak dikayuagung ogan komering ilir
dilaksanakan setelah sholat isya dimana pemakai baju pesalin bagi laki-laki
pembawa atau penarik kereta juli ketempat orang tua mempelai wanita untuk
menjemput pihak besan untuk melakukan upacara ngarak pacar, serta tidak
ketinggalan musik yang ikut menyemarakan suasana upacara ngarak pacar, iringan
musik dan sorak-sorai sepanjang jalan yang dilalui pasangan tersebut, banyak
warga yang sengaja keluar rumah untuk melihat arak-arakan ngarak pacar ini
Ø Kawin
lari (setakatan) adat kayuagung
Kawin lari (setakatan)
identik dengan suatu hal negatif yang ada pada masyarakat... pada artikel
ini ane mau meluruskan padangan yang salah tentang apa itu kawin lari khususnya
manurut pandangan masyarakat suku Lampung Pubian...
Larian (kawin lari)
merupakan perkawinan yang dilakukan oleh seorang Muanai (bujang) dan seorang muali (gadis) dimana sang muanai membawa terlebih dahulu si mauli
sebelum adanya akad nikah... tentunya hal ini telah dibicarakan dan
direncanakan terlebih dahulu, bukan secara spontan/dadakan... keluarga dari
pihak muli tentunya juga telah mengetahui atau telah setuju, memang biasnya
tidak seluruh anggota keluarga dan kelompok adat tau tentang rencana tersebut,,
bila seandainya keluarga besar dan kelompok adat sudah tau,,, buat apa Larian...
Sebelumnya, pemikiran ane
pun sama negatifnya dengan pemikiran sobat2 lain... tetapi setelah ane
mendengar penjelasan langsung,, ane dapat mengerti mana yang bisa disebutkan
sebagai adat dan mana yang merupakan perbuatan yang melanggar hukum???
Menurut buku yang ane
baca ada syarat2 yaitu:
1. Muli yang dilarikan oleh
mekhanai, wajib menaruh surat yang ditulis dan ditanda tangani oleh muli itu
sendiri. Isi surat harus jelas, menerangkan bahwa mekhanai yang membawanya
benama ... bin ... dan berasal dari kampung/daerah mana, serta meninggalkan
sejumlah uang???
2. Seandainya mekhanai yang
membawanya adalah berasal dari kelompok Lampung Pepadun, maka keluarga yang
bertanggung jawab pada pihak muli wajib mengadakan dan mengundang keluarga
besar, kelompok adat, sesepuh adat, dan orang2 terdekat untuk bermusyawarah
(ngukhaw muakhian),, dan di dalam musyawarah,, keluarga si muli meminta maaf
atas kesalahan karena keluarga/muli tidak ada pemberitahuan
sebelumnya... Tetapi apabila mekhanai tidak berasal dari kelompok Lampung
Pepadun maka ngukhaw muakhian tidak wajib dilaksanakan,, apabila dilaksanakan
maka itu merupakan kebijaksanaan yang terpuji.
3. Seandainya mekhanai yang
membawanya adalah berasal dari kelompok Lampung Pepadun, maka keluarga yang
bertanggung jawab pada pihak mekhanai wajib mengadakan dan mengundang keluarga
besar, kelompok adat, sesepuh adat, dan orang2 terdekat untuk bermusyawarah
(ngukhaw muakhian),, dan di dalam musyawarah,, keluarga si mekhanai juga
meminta maaf atas kesalahan karena keluarga/mekhanai tidak ada pemberitahuan
sebelumnya... Tetapi apabila mekhanai tidak berasal dari kelompok Lampung
Pepadun maka ngukhaw muakhian tidak wajib dilaksanakan,, apabila dilaksanakan
maka itu merupakan kebijaksanaan yang terpuji. Selain itu keluarga
mekhanai pun wajib menyelesaikan masalah atau melaksanakan acara ngantak salah
(meminta maaf kepada keluarga pihak muli)
4. Bila ketentuan-ketentuan
pada point-poit diatas tidak deberlakukan atau tidak dilaksanakan,, maka akan
ada tindakan-tindakan lain yang menanti?? Berupa hukuman denda.
Ø Mulah
Malam mulah
adalah malam menjelang akan dilaksanakan prosesi akad nikah pada esok harinya.
Secara adat di era 80- an bahwa Malam Mulah itu adalah malam bagi pihak
Keluarga dan Tetangga untuk bermasak-masak guna persiapan Hari persedekahan.
Sedangkan pihak mudamudinya mengadakan malam tetabuhan semacam Malam Gembira.
Pada saat itu pasangan Calon penganten berada di antara muda-mudi yang hadir,
Baik muda-mudi yang datang dari kampung /dusunnya sendiri maupun dari luar
dusun. Secara adat tempo dulu, pasangan Calon Penganten berkali-Kali
naik-turun/keluarmasuk Rumah untuk berganti-ganti pakaian sebanyak 12 Kali.
Pakaian yang digunakan Calon Mempelai Perempuan disebut “Pesakin”, yang dipakai
Calon Penganten Laki-laki adalah satu stel dengan kain Calon Penganten
Perempuannya. Perempuan memakai kebaya panjang, sedangkan laki-laki memakai
stelan jas, peci dan memakai handuk. Namun karena adanya pergeseran nilai,
Calon Mempelai Laki-laki terkadang hanya melakukan ganti pakaian sebanyak 5
atau 3 Kali Saja.
Ø Kunganyan
Adalah
bagian dari prosesi Pernikahan dalam Masyarakat suku Kayuagung. Kungayan adalah
sekelompok bapakbapak dari pihak Calon Mempelai Perempuan yang kesemuanya
adalah Keluarga dan Tetangga Calon penganten Perempuan, yang diundang oleh
pihak Keluarga Calon mempelai laki-laki untuk menyaksikan jalannya ijab qobul.
Rombongan mereka disebut rombongan Suami “ungaian” kegiatannya disebut
Kungayan.
Ø
Nyuak dan ngulom (mengundang).
Petugas nyuak dan ngulom ini adalah orang yang diminta
kesediaannya oleh keluarga yang melaksanakan upacara. Para petugas ini masih
ada hubungan keluarga dengan yang punya hajat, untuk mengundang masyarakat yang
bertempat tinggal dalam desa petugas mengundang. Jumlah petugas ini tergantung
dari besar desa yang diundang dan bahkan kalau perlu sampai masing-masing juru
nyuak dan ngulom berjumlah 3 orang petugas.Umumnya upacara nyuak dan ngulom ini
dilakukan 3 hari sebelum hari turgi (munggah). Pakaian para petugas nyuak (bagi
laki-laki), yaitu bakah-buluh, celana biru,
Kain sarung setengah tiang, pakai peci atau kopiah.
Pakaian petugas ngulom (bagi kaum ibu-ibu) yaitu kain sarung batik putih, baju
kurung warna biru, berkemban serta pakai tenda/tudung kepala (terbuat dari daun
nipah), sekarang pakaian pantas saja.Jika petugas nyuak dan ngulom yakin tidak
ada lagi yang ketinggalan untuk diundang, maka petugas tersebut segera melapor
kepada yang punya hajat kepada petugas, maka bersama rombongan petugas lainnya
bersama-sama diberikan suguhan ala kadarnya.
Ø
Ngebengiyankon (minta bantuan tetangga).
Ke-bengiyanan, berarti membantu bertugas menyelesaikan
suatu pekerjaan yang diberikan oleh pihak keluarga atau famili sebelah istri
kita sendiri. Sedangkan ke-majuan, berarti membantu bertugas menyelesaiakn
suatu pekerjaan yang diberikan oleh keluarga atau famili sebelah suami kita
sendiri. Ngebengiyankon, berarti
keluarga yang punya hajat adalah keluarga dari istri kita sendiri, dating
kerumah menyuruh petugas membawa sebuah rantang nasi putih dan telor rebus,
sebagai pengamitan
untuk meminta bantuan tenaga dari para bengiyan dalam rangka upacara sedekah
pernikahan. Berlakunya adapt ngebengiyankon
hanya ada pada adapt pernikahan saja yang penuh ber-adat yang disebut
masyarakat adat morge siwe “begawi atau begorok” dengan sebutan lain adapt
pernikahan tingkat “adat mabang handak”.
Para bengiyan ini tidak dapat menolak atau
menangguhkan penunjukan ini dari yang mempunyai hajat kecuali berhalangan,
karena penunjukan atas bengiyan yang bersangkutan adalah berasal dari mertua
atau setidak-tidaknya paman atau nenek pihak keluarga istri sendiri. Adapun
kaitan atas penunjukan ini pada dasarnya mertua atau keluarga pihak istri dapat
kehormatan menerima baju pesalin, yang melambangkan masih ada hubungan keluarga
dekat dengan yang punya hajat.
Adapun bantuan yang dimintak adalah mulai dari awal
kegiatan upacara sampai selesai, yang memakan waktu kurang lebih tiga hari tiga
malam. Pekerjaan apa saja yang dibebankan sesuai dengan keahlian, tidak dapat
ditolak dan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
Kedatangan para bengiyan ketempat upacara yang punya
hajat, satrangkaik (lima buah) buah kelapa serta tidak ketinggalan terselip
dipingganya sebuah parang kecil untuk alat dalam menyelesaikan suatu tugas yang
diterimanya. Khusus untuk menservis makan dan minum para bengiyan ini, telah
ditugaskan beberapa orang pukal
(pelayan), dimana para pukal ini khusus pekerjaannya melayanin keperluan
bengiyan, mulai dari makan, minum serta kepentingan lainnya. Sehingga para
bengiyan ini merasa puas atas layanan yang diterimanya.
Macam-macam pekerjaan yang harus diselesaikan atau
dikerjakan oleh bengiyan antara lain:
- memasak nasi di kawah.
- mengupas buah kelapa dan membelah kayu.
- Menimba dan mengangkut air.
- Antar jemput para undangan.
- Menyiapkan utoran hidangan untuk ungaian.
- Dan lain-lain pekerjaan berat yang berkaitan dengan upacara.
Tempat makan dan minum serta istirahat bengiyan disediakan
khusus satu buah rumah yang tidak bercampur dengan para pembantu pekerja
lainnya, serta orang-orang yang juga turut dengan kesibukan masing-masing.
Ø Upacara adat mendirikan tarub/bangsal
Dahulu kala untuk
melaksanakan upacar adat pernikahan serta kegiatan lainnya masyarakat adat Morge
Siwe melakukannya di Sosat (balai desa). Segala bentuk mulai dari
awal sampai akhir diselesaikan di Sosat. Termasuk juga tempat
berkumpulnya bujang gadis menyambai (tapi sekarang tidak lagi). Namun
oleh kemajuan zaman dan penghuni desa kian bertambah jumlah pendudukny, serta
rumah-rumah banyak didirikan, maka fungsi sosat atau balai desa ini tidak lagi
dimamfaatkan dan akibatnya tidak dirawat dan mengalami kerusakan.
Dimana-mana disetiap desa
dalam morge siwe, kalau ada hajatan cukup diadakan dirumah masing-masing,
skalau rumah kurang tempat maka didirikanlah sebuah bangunan tarub/bangsal
dengan ukuran luas tergantung dengan keperluan. Kegiatan mendirikan tarub ini
dikerjakan secara gotong-royong terdiri dari kaum kerabat, handai taulan,
tetangga serta penduduk desa itu sendiri.
Mereka-mereka inilah yang
mengusahakan meminjam dan mencari barang-barang yang diperlukan untuk pendirian
tarub ini, sedangkan yang punya hajat sendiri terkadang tidak tahu menahu siapa
dan dari mana barang-barang tersebut dipinjam atau disewa.Dalam upacara
mendirikan tarub inilah dapat tercerminkan kegotong royongan masyarakat satu
sama lain. Namun sekarang tarub/bangsal seperti tersebut diatas sudah sukar
dipinjam lagi sudah ada tarub/terpal sewaan mau berapa petak saja.
Ø
Kilu wali nikah
Upacar adat
kilu woli nikah dilaksnakan sebelum upacara adat ngumpul atau ningkuk dilaksanakan. Pelaksanaanya
dilakukan oleh pihak keluarga mempelai laki-laki dating kerumah mempelai
perempuan, yaitu mengutus 3 (tiga) orang laki-laki yang telah berkeluarga
dengan didampingi seorang Penggawa yang berpakaian celana serta kemeja pakai
kopiah sarung setengah tiang membawa:
- Satu tapsi atau talam nasi putih yang diatasnya ada seekor ayam panggang ditutupi tudung saji.
- Satu Tapsi atau talam nasi yang diatasnya………..
- Satu buah tepak berisi cukup sarananya, sebagai tanda kehormatan pembuka bicara untuk menyerahkan OMI BATURAN, minta wali nikah kepada ahli mempelai perempuan.
Maksud dan tujuan “KILU WALI” ini ialah,
agar Wali Nikah dari pihak mempelai perempuan diminta
hadir pada upacara Adat Nikah yang akan dilangsungkan nantinya dirumah kediaman
orang tua mempelai laki-laki, yang waktunya sudah di sepakati sebelumnya, yaitu
pada upacra “KENGIAN”. Untuk diketahui sebagai SANKSI dari Adat KILU WOLI ini
apabila tidak dipenuhi oleh pihak keluarga mempelai laki-laki, maka Wali Nikah
atau orang tua mempelai perempuan tidak akan hadir pada waktu upacara Akad
Nikah.
Kesimpulan Upcara Adat Kilu Woli ini jika tidak
dipenuhi oleh pihak keluarga orang tua mempelai laki-laki, maka Upacara Adat
Nikah ditunda dahulu, baru dapat dilaksanakan oleh tiga macam sarana dipenuhi
seperti yang diuraikan diatas yaitu OMI BATURAN OMI SANIAN. Berlakunya Adat
Kilu Wali ini tidak tergantung besar kecilnya sedekah perkawinan, walau sedekah
perkawinan itu tidak memakai Adat sekalipun (Adat setinong-tinong dan
sepinong-pinong). Juga Adat Kilu Woli ini tidak dapat di tebus atau diganti
dengan uang ataupun barang. Hingga disini selesailah sudah .
Ø
Upacara adat ningkuk
Upacara Adat Ningkuk adalah awal permulaan dari
tahap-tahap kegiatan pelaksanaan khusus untuk sedekah perkawinan yang
tingkatannya “ADAT MABANG HANDAK” yaitu upacara yang penuh beradat, menurut
sahutan masyarakat Kayuagung BEGAWI atau BEGOROK.
Yang diundang pada acara Ningkuk ini antara lain:
- Penerima Baju Pesalin laki-laki dan perempuan
- Proatin beserta ibu dalam dusun tersebut
- Ahli dari keluarga pihak mempelai perempuan atau yang mewakilinya beserta salah stu proatinnya
- Kaum kerabat handai taulan dan semua penduduk dalam dusun tersebut
- Mas ayu dan Cap dalom serta bujang dan gadis dalam dusun tersebut
- Para bengan dari penerima Baju Pesalin
- Yang dianggap perlu
Adapun yang memimpin cara Ningkuk sekaligus
yang menjadi juru bicaranya adalah proatin setempat
beserta ibu, sebagai awal tanggung jawab sampai akhir dan pelaksanaan sedekah
perkawinan ini. Ada cacat cela buruk baiknya pelaksanaan upacara Adat
Perkawinan ini adalah tanggung jawab proatin yang telah diserahi kepercayaan
oleh yang mempunyai hajat.
Kepada proatin yang bersangkutan sebelumnya diberikan
antara Nasi Baturan/Omi sanian, sebagai Sorah Gawi, kepada pihak proatin pihak
pengantin Perempuan adalah Kilu Tanoh Tangkop kepada Proatin pihak laki-laki
Nyorahkon Gawi, adapun Omi Baturn atau Omi Sanian itu terdiri dari dua tapsi/
Talom tidak ada bedanyadengan antaran Kilu Woli.
Satu Tapsi/ Talam berisi nasi putih diatasnya ada
seekor yam panggang dan Tapsi/ Talam kedua berisi nasi ketan yng diatasnya ada
selembar daun wadah untuk gula merah atau gula aren. Penyerahan Sorah Gawi ini
ada kalanya bersamaan dengan sekaligus dengan upacara Kilu Woli, yang
meringankan atau meringkaskan pekerjaan, sebab banyak kegiatan lainnya telah
menunggu untuk dilaksanakan.
Antaran Nasi Bantuan ini bertujuan dengan maksud
upacara sedekah perkawinan ini pihak keluarga mempelai laki-laki dengan penuh
harapan serta kepercayaan dan kehormatan, kiranya Proatin serta ibu dapat
memimpin serta mengepalai dengan penuh tanggung jawab tasa penyerahan tugas ini
selaku penguasa Adat. Bertidak sebagai juri bicara penyampaian upacara ningkuk
ini, protin setempat menitik beratnya sebagai berikut:
Ucapan terima kasih kepada rombongan keluarga pihak
mempelai perempuan beserta Proatinnya atas berkenan hadirnya serta tidak
terkecuali kepada semua yang hadir. Mengumumkan satu persatu tahap-tahap acar
yang akan dilaksanakan muali dari awal sampai akhir perayaan ini anatara lain
hari dan tanggal, jam penjemputan Ungaian. Serta jumlah persediaan hidangan
untuk rombongan keluarga pihak orang tua mempelai perempuan dan lain-lain hal
yang dianggap perlu.
Mengharap bantuan tenaga dan pikiran semua pihak yang
hadir untuk mencari, mengumpulkan segala macam keperluan dalam pelaksanaan
upacara ini.
Pembagian tugas melalui pembentukan seksi-seksi.
Membaca daftar penerima baju persalin, yang tujjuannya kalau terdapat
kekeliruan dan kekhilafan, agar diralat jangan sampai ada yang terlupa yang
harus berhak menerima baju persalin tersebut. Melalui Masayu dan Cap Dalom bagi
seluruh bujang dan gadis agar sarana Oban/Bawaan
Mouli-Muanai dicari dan
dikumpulkan, serta tahap-tahap upacara ini diberi tahu.
Setelah semua selesai, maka ditanyakan pada semua
hadirin apakah ada yang kurang dalam penyampaian ini atau ada usul dan saran.
Sedang kepada pihak rombongn besar yang hadir ditanyakan juga apakah dapat
memahami apa yang harus disamapaikan tadi.
Oleh karena tidak ada usulan dan saran serta semua
yang hadir cukup paham dan mengerti, maka upacara ningkuk ini ditutup dengan do’a selamat serta para petugas
hidangan menyiapkan sajian minuman ala kadarnya. Setelah selesai upacara ningkuk ini dilakukan oleh pihak
keluarga laki-laki, maka malam berikutnya keluarga pihak mempelai perempuan
juga melakukan ningkuk yang
serupa, dengan tujuan minta pada hadirin untuk mengirimkan kerumah keluarga
mempelai laki-laki. Pada keluarga besar diantar setingkat makanan(biye) selaku kehormatan.
Ø
Sorah gawi
pada proatin.
Tiap-tiap penduduk Masyarakat Adat Kayuagung (Morge
Siwe), jika akan melangsungkan Adat Perkawinan, maka menjadi keharusan “SORAH
GAWE DE PERWATIN”. Tahap serah gawi pada proatin, setelah upacara Adat Maju dan
Bengiyan ngulom Bobon Morge bertanggung jawab memimpin segala Adat, sehingga kalu
ada umpat dan puji dai upacara ini adlah proati.
Maksud dan tujuan dari sorah gawi ini ialah dalam
upacar sedekah pernikahan, proatin tersebut bertanggung jawab memimpin
segala acara adat, sehingga kalau ada umpat dan puji
dari upacara ini adalah proatin. Sebagai satu kehormatan permohonan minta
kesediaan terhadap proatin tersebut menurut hukum Adat Kayuagung, yang punya
hajat mengutus 3 (Tiga) orang membawa dan meyerahkan berupa:
- Satu hidangan atau tapsi nasi Ketan yang diatasnya ada seekor ayam panggang, ditudugi dengan tudung saji serta seprah.
- Satu hidangan tau tapsi nasi, tapsi yang diatasnya ada gula aren ditutup dengan aun pisang yang bulat bentuknya.
- Satu buah tepak untuk membuka pembicaraan sebagai permohonan.
Awal tugas Pemimpin Proatin dimulai pada malam NINGKUK
kehadapan para undangan, menguraikan tahap-tahap upacara yang akan diaksanakan
satu-persatu. Juga ditekankan kepda semua yang hadir diharapkan bantuannya,agar
upacara ini dapat berjalan dengan ancar seperti apa yang diharapkan serta yang diangn-angankan
bgi yang punya hajad.
Kepada yang akan berpergian dhrapkan
ditangguhkan dahulu, untuk hadir dan membentu mengangkat sedekah ini. Proatin
yang menjadi pemimpin upacara ini dibantu oleh perangkat bawaannyabeserta
ibi-ibunya. Demikianlah upacara Adat Sorah Gawi dan selanjutnya akan kami
uraikan tahap upacara KILU WaLI NIKAH
Ø
Upacara adat ngantat pekurangan.
Setelah upacara penyembelihan sapi atau kerbau
selesai, dan hari sudah agak siang, maka ini giliran upacara ngantat pekurangan
keluarga pihak orang tua maju. Adapun macam-macam pekurangan yang diantarkan
ini ialah bahan-bahan mentah yang terdiri dari:
- Paha sapi atau kerbau bagian depan sebelah yang disembelih ini.
- Beberapa ekor ayam.
- Ikan.
- Sayur-sayuran bermacam-macam.
- Buah kelapa atau nanas.
- Dan lain-lain.
Dengan menggunakan sebuah
gerobak dan barang-barang tadi diletakan diatas,
diantar oleh beberapa orang petugas kerumah orang tua mempelai perempuan.
Setelah petugas dating ketempat rumah kediaman orang tua mempelai perempuan,
maka barang-barang perkurangan ini diserahkan dan diterima ibu-ibu yang
dituakan dengan yang yang gembira.
Kepada petugas pengantar pekurangan ini diberikan
suguhan minuman ala kadarnya. Selesai minum, petugas mohon pamit pulang kembali
menarik gerobak yang telah kosong. Disamping itu daging sapi yang telah
disembelih ini juga diantarkan kepada penguasa adapt (Pasirah), dengan ukuran
wadah sebuah bokor. Oleh karena jabatan Pasirah sudah dihapuskan maka tradisi
ini sudah tidak ada lagi. Baik paha sapi maupun daging yang diantar ini kepada
keluarga mempelai perempuan maupun kepada penguasa adapt, melambangkan sedekah
pernikahan ini menyembelih sapi atau kerbau.
Ø Upacara adat pati sapi.
Upacara adat pati sapi adalah
dalam melaksanakan sedekah pernikahan tingkat adat pernikahan mabang handa,
khusus ada tahap pati sapi. Sepintas kita dapat mengerti, bahwa upacara adapt
pernikahan ini, akan menyembelih sapi untuk keperluan sedekah, karena akan
mengundang orang ramai termasuk undangan sbelah besan.
Pelaksanaan penyembelihan
sapi/kerbau dilakukan pagi hari selesai sholat subuh, sedangkan yang terlibat
dalam kegiatan ini adalah para tetangga diketuai oleh khotib
dari desa tersebut. Irisan
dagingnya telah diberikan petunjuk oleh panggung masak yaitu seorang wanita
yang telah ahli dibidang masak-memasak.
PAKAIAN ADAT PERNIKAHAN DI KAYUAGUNG
Pernikahan adat di Kayuagung memiliki ciri khas atau
yang membedakan dari daerah lain. Salah satunya pakaian. Pakaian yang digunakan
pada saat pernikahan sudah menjadi adat dan harus ada pada saat pernikahan.
Pakaian yang digunakan saat pernikahan antara lain sebagai berikut:
Ø Pakaian Pengantin Inti
Pakaian inti
adalah pakaian yang paling utama dan paling pokok dalam adat Kayuagung. Pakaian
inti perempuan dibuat sangat meriah dan mewah dilihat dari penampilan,
aksesoris yang berkilauan, dan make up yang digunakan pun harus berbeda dengan
tamu bahkan pendampingnya (pukal). Sedangkan,yang membedakan pakaian inti
laki-laki adalah kepudang (hiasan penutup kepala).
Ø Pakaian Mulah
Mulah
artinya berganti pakaian. Dalam adat Kayuagung , awalnya mulah dilakukan
sebanyak tujuh kali. Itu berarti dalam satu hari pengantin laki-laki dan
pengantin perempuan harus berganti baju sebanyak 7 kali, termasuk aksesoris
kepala. Berikut macam-macam pakaian mulah:
a.
Mulah
Pertama
Mulah
pertama adalah pakaian yang pertama kali dipakai oleh pengantin pada saat
mulah. Pakaian ini hampir sama dengan pakaian inti untuk perempuan. Namun,
hiasan pada kepala sedikit dikurangai sehingga tampak lebih sederhana
dibandingkan hiasan pada pakaian inti. Sedangkan untuk pengantin laki-laki
masih tetap menggunakan kepudang namun tidak menggunakan dasi seperti pakaian
pengantin inti laki-laki.
b.
Mulah Ke-2
sampai Ke-6
Pada
mulah ke-2 sampai ke-6 aksesoris kepala yang digunakan sama, hanya saja
berganti pakaian, sarung dan kemban(selendang) untuk pengantin perempuan.
Sedangkan pengantin laki-laki cukup mengganti sarung dan handuk. Karena
lambatnya proses panggantian baju, biasanya pengantin hanya melakukan 5 kali
berganti baju. Lagi pula pada mulah ke-2 sampai ke-6 aksesoris kepalanya sama.
Maka dari itu, banyak pengantin yang tidak melaksanakan mulah ke-5 dan ke-6.
c.
Mulah ke-7
Mulah ke-7
adalah pergantian baju terakhir. Pada mulah ke-7 hiasan kepala menggunakan
selendang tipis yang menutupi kepala.
Ø Pakaian Pukal
Pukal
artinya pendamping pengantin laki-laki dan perempuan. Pengantin laki-laki
memiliki 2 pendamping laki-laki. Sedangkan, pengantin perempuan memiliki 2
pendamping perempuan. Pakaian pendamping pengantin harus sama (kembar) dan
itulah yang menjadi ciri khas dari pakian pendamping.
TARIAN
DAERAH
Ø
Tari Penguton
Dari sejarahnya, tarian
ini lahir pada tahun 1889 dan pada tahun 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri,
tarian ini disempurnakan untuk penyambutan kedatangan Gubernur Jendral Belanda.
Sejak itu tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih Kayuagung.Tarian ini
ditarikan oleh Sembilan orang gadiscantik yang dipilih dari Sembilan Marga yang
ada di Kayuagung menggunakan iringan musik perkusi seperti Gamelan, gong,
gendang yang sebagian instrumen tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan
Majapahit pada abad ke 15 dibawa oleh utusan Patih Gajah Mada. Konon alat-alat
ini masih ada dan digunakan pada saat menyambut kedangan Presiden Soekarno saat
pertama kali berkunjung ke Bumi Bende Seguguk pada tahun 1959. Pada tahun 1992
tari ini dibakukan sebagai tari sekapur sirih Kabupaten OKI.

Ø
Tari Gopung
Tari Gopung Tari Gopung merupakan
tari-tarian yang digunakan untuk penobatan rajaraja. Tarian ini lahir pada
tahun 1778 di suku Bengkulah Komering. Fungsi tarian ini sampai sekarang masih
eksis digunakan sebagai tari penobatan pangkat dan penyambutan tamu pemerintah
di Kecamatan Tanjung Lubuk.
ALAT MUSIK TRADISIONAL
Ø
Tanjidur
Tanjidur
(kadang hanya disebut tanji) adalah sebuah kesenian alat musik kesenian
di Kayuagung yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah
dimulai sejak abad ke-19 atas rintisan Augustijn Michiels atau lebih dikenal
dengan nama Mayor Jantje di daerah Citrap atau Citeureup.[1]
Alat-alat musik yang digunakan biasanya sama seperti orkes barisan.
Kesenian Tanjidor juga di Betawi terdapat di Kalimantan Barat,
sementara di Kalimantan Selatan sudah punah. Dan Jidur yaitu
sekelmpok orang yang memaikan alat musik yang lebih dikenal dengan Tanjidur

Ø Rebana
Penyebaran
jenis kesenian tersebut merata dari pusat kota hingga ke pinggiran. Salah
satunya Rebana yang juga bervariasi. Ada Rebana Biang, Rebana Burdah, Rebana
Maukhid, Rebana Kasidah, Rebana Dor, Rebana Hadroh, Rebana Maulid, Rebana
Ketimpring dll.
Keunikan
musik rebana adalah hanya terdapat satu alat musik yaitu rebana yang dimainkan
dengan cara dipukul secara langsung oleh tangan pemain tanpa menggunakan alat
pemukul. Musik rebana dapat dimainkan oleh siapapun untuk mengiringi nyanyian
dzikir, yang bertemakan pesan-pesan agama dan juga pesan-pesan sosial budaya.
Alat musik
rebana terbuat dari kayu yang melingkar dengan diameter sekitar 20 sentimeter.
Di atas kayu yang melingkar tersebut dibalut bentangan kulit kambing atau sapi
yang terikat kencang. Cara memainkannya, alat musik ini ditepuk dan diketuk
sesuai irama. Tentunya, harus menyesuaikan dengan irama dan nada dari alat
musik lainnya sehingga terdengar alunan musik yang syahdu.
Saat ini
khususnya, kebudayaan rebana di Kayuagung masih digunakan dalam acara-acara
pernikahan,sunatan,akikah,dan acara-acara
lainnya. Kebanyakan para ibu-ibu lah yang bermain kesenian rebana ini.
Tapi di sebagian daerah atau di kecamatan Kayuagung sendiri masih banyak
ditemui kesenian rebana yang dimainkan anak-anak, yang mengikuti kegiatan
mengaji dimasjid. Mereka tetap melestarikan kesenian rebana ini, kegiatan yang
sering diadakan sore hari ini sangat mengisi kegiatan yang bermanfaat .
Kesenian rebana di Kayuagung ini juga dikembangkan dengan cara mengadakan
suatu perlombaan,perlombaan yang cukup besar, perlombaan yang diikuti hampir
seluruh kecamatan di kabupaten OKI, perlombaan ini biasa diadakan di
Kayuagung.Salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk melestarikan
kesenian rebana, alat musik yang tidak kalah uniknya dengan alat musik jaman
sekarang. Peserta yang mengikuti perlombaan rebana ini cukup banyak. Perlombaan
biasa dibagi menjadi dua bagian yaitu perlombaan yang khusus buat anak-anak dan
para ibu-ibu .Peserta biasa terdiri kurang lebih 10 orang.
Dengan
bentuk rebana yang beda ukuran, menghasilkan tabuhan bunyi yang berbeda-beda
pula, membuat tabuhan rebana menjadi
sangat indah untuk didengar, ditambah dengan penampilan para peserta yang
sangat menarik sehingga membuat kesenian rebana ini semakin tidak kalah saing
dengan musik-musik modern saat ini. Perlombaan rebana di Kayuagung ini bisa diadakan beberapa kali dalam
setahun, sehingga orang-orang yang masih sangat suka bermain rebana bisa terus
mengembangkan atau melestarikan kesenian rebana itu, menampilkan pertunjukkan
dari sebuah alat musik rebana dengan lagu-lagu islami. Begitu juga dengan
perlombaan bagi anak-anak, biasanya anak-anak yang mengikuti perlombaan rebana
ini mulai dari umur 7 tahun sampai dengan 13 tahun, bahkan kadang perlombaan
ini hanya khusus untuk rebana saja, tetapi ada juga yang mengadakan perlombaan
islami untuk anak-anak TK-TPA khususnya,yaitu lomba seperti kaligrafi,cepat
tepat islam, puisi islam ,membaca al-quran ,nasyid dan rebana.
Kesenian
alat musik rebana di Kayuagung ini memang belum berlomba sampai luar daerah
Kayuagung atau tingkat yang lebih tinggi,tapi walaupun demikian ini tetap
menjadi suatu kebanggan karena sudah dapat melestarikan dan tetap menggunakan
alat musik rebana sebagai musik hiburan yang cukup populer di daerah Kayuagung.
Membuat masyarakat tetap semangat bermain alat musik rebana, dengan berbagai
perlombaan yang diadakan, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak sekalipun.
Dengan kepintaran memainkan alat musik rebana, yang menggunakan kelihaian
tangan ini yang membuat alat musik rebana menjadi lebih indah didengar,
seringkali perlombaan ini dimenangkan oleh kecamatan Kayuagung, walaupun tidak
mendapat juara pertama, kecamatan Kayuagung bisa tetap mendapat juara,
perwakilan kecamatan Kayuagung. Perwakilan daerah kecamatan Kayuagung ini,
biasanya kumpulan dari ibu-ibu yang mengikuti kegiatan rebana.
Perlombaan
semacam ini biasa diadakan di Masjid Agung Kayuagung yang biasa mengundang
peserta hampir seluruh kecamatan yang ada di kabupaten OKI, ini melihatkan kita
bahwa memang benar kesenian rebana di Kayuagung ini masih sangat terjaga ,baik
dari masyarakatnya maupun dari pemerintahnya .
Selain dalam
perlombaan, kesenian rebana di Kayuagung seringkali digunakan untuk acara-acara
pernikahan, sunatan dan lain sebagainya. Biasa nya yang mengisi acara ini
adalah anak-anak dari TK-TPA, karena mereka yang sering kali berlatih alat
musik rebana mengisi kegiatan belajar mereka dimasjid, para anak-anak TK-TPA
inilah yang sering diminta oleh pembuat acara untuk mengisi acara hiburan. Dari
hal semacam ini kesenian rebana bisa terus dikenal, dari orang dewasa sampai
para anak-anak, agar meraka tidak hanya mengenal musik-musik yang sudah sangat
modern di jaman sekarang ini, dengan suara yang dihasilkan oeh listrik ataupun
sebagainya.
Pelestarian
alat musik rebana ini, yang merupakan salah satu alat musik tradisional
Indonesia, akan terus berkembang jika kita sebagai masyarakat dan pemerintah
melakukan upaya pelestarian alat musik tradisional. Dengan terus mengadakan
perlombaan dan lain sebagainya ,kita akan tetap melestarikannya. Dan tidak
hanya alat musik rebana yang perlu kita lestarikan tetapi juga alat-alat musik tradisional
Indonesian lainnya yang merupakan suatu kebanggaan Negara
Indonesia didalam kesenian .
PAKAIAN ADAT
Nama-Nama Kain Adat Dan Baju Adat Di
Kayuagung
- Angkinan: Baju pengantin/baju kebesaran adat Kayuagung
- Kebaya Kurung Panjang: ciri yang memakai sudah bersuami
- Kebaya Kurung Pendek/bunting: cirri yang memakai masih perawan
- Kebaya Tapuk: Ciri yang memakai sudah bersuami
- Kebaya Tojang: untuk undangan kehormatan/misal si ibu pengantin lakilaki diundang menghadiri hidangan atau kedulangan atau untuk menghadiri pernikahan
- Balah Buluh: Pakaian laki-laki yang dilengkapi dengan Kepudang atau kopiah (kain berada di luar baju)
- Teluk Belango: sejenis baju untuk kaum laki-laki untuk kepentingan adat dengan memakai peci dan kain dibalik baju
- Sarung Pelikat:bentuk kain untuk lakilaki yang terbuat dari jerat jerami yang bermotif kotak-kotak besar ataupun kecil
- Sarung bugis: untuk laki-laki
- Kain Putungan (kain panjang) untuk pasangan kebaya pendek maupun kurung maupun kebaya biasa
- Sarung Sungkitan (songket): pasangan Angkinan juga bisa untuk kebaya biasa
Untuk kaum
wanita, nama-nama pakaian adatnya adalah: Beribit, Pelangi dan Jupri. Sedangkan
motif yang utama adalah: Motif bunga biduk, Motif bunga oteh, Motif bunga Payi,
Motif bunga Inton, Motif bunga Kipas, Motif Kemplang, Motif Jelujur, dan Motif
bunga Kecubung.
BAHASA DAERAH KAYUAGUNG
Pada
dasarnya berkembang bahasa Kayuagung yang terdeteksi oleh Summer Institute of
Linguistics (SIL) berputaran 45,000 di tahun 1989, dan masuk dalam klasifikasi
bahasa-bahasa Austronesia, Malayo- Polynesian, Lampungic, Abung ( http://www.ethnologne.com/show_languege.asp?code=vky
).Dalam perkembangannya, bahasa Kayuagug menghadapi kondisi yang stagnan atau
bahkan akan mengalami kemunduran atau penurunan jumlah penutur seiring dengan
terdesaknya bahasa Kayuagung ini dalam percaturan kebebasan di wilayah sendiri.
Bahasa Kayuagung sangat “ terancam” dengan keberadaan bahasa derah lain, yaitu
bahasa Melayu (Palembang), selain bahasa indonesia mungkin nanti akhirnya
bahasa asing (bahasa Inggris) ( Sudarmanto, 2009a; 2009b).
Bahasa
Kayuagung memang masih dipakai di wilayah atau kelurahan di Kecamatan Kota
Kayuagung, atau di beberapa desa saja di wilaya Kecamatan Lempuing dan Mesuji.
Akan tetapi pengunananya mulai sangat terbatas. Hal ini tampak pada pengunaan
bahsa Kayuagung yang hanya dipakai oleh komunitas asli Kayuagung saja.. Bahasa
Kayuagung masih dipergunakan di dalam rapat atau pertemuan di lingkungan Rukun
Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), desa/kelurahan, atau Morge, meskipun juga
tidak menutup kemungkinan bahasa-bahasa lain yang muncul dipakai pertemuan
tersebut, misalnya bahasa palembang atau bahasa Indonesia. Akan tetapi untuk
rapat resmi atau formal, terutama di lingkungan pemerintah kecamatan dan
kabupaten, bahsa Indonesia telah menjadi bahsa resmi yang layak untuk dipakai.
Bahasa
Kayuagung masih lekat dipakai didalam acara lamaran seorang bujang kepada
gadis. Hampir seluruh rangkaaian ‘ lamaran’, atau manjau (yang juga bermakna
bertandang atau bertamu) ini masih menggunakan bahsa Kayuagung. Akan tetapi,
pada saat resepsi pernikahannya, karena memperhatikan tamunya yang berenaka
ragam latar belakang-justru bahasa yang dipergunakan adalah bahsa Indonesia.
Perwara juga mengunakan bahsa indonesia untuk memandu rangkaian acara resepi
pemerintahan. Acara ijab kabul pernikahan pun sudah mengunakan bahsa indonesia
( atau bahasa Arab). Mempelai laki-laki akan mendapatkan gelar baru atas
pernikahan yang dijalaninya. Menurut masyarakat Kayuagung sebagai masih
mengikuti jalur patrlineal, di mana berkaitan dengan pemberian gelar ini hanya
pihak laki-laki saja yang mendapatkan gelar sedangkan mempelai wanitanya tidak
mendapatkan gelar. Pemberian gelar ini disebut masyarakat kayuagung dengan
jejuluk. contah dari peberian jejuluk ini adalah nama aslinya saat lahir adalah
Nawawi,Sedangkan nama jejuluk nya adalah Agung jaya/Agun Jaye/, orang Kayuagung
memiliki kekhasan vokal /E / dalam bahasa nya. Contoh gelar yang lain adalah
Cahaya Mukmin. Pemberian jejuluk ini makna yang menunjukan bahwa yang
bersangkutan sudah menikah. Di kalangan keluarga besarnya, atau tetamu yang
hadir dalam resepsi pernikahannya, mempelai laki-laki ini selanjutnya akan
dipangkil dengan nama jejuluk nya, bukan lagi nama lahirnya.
ADAT LEBARAN DI KAYUAGUNG
b. Ritual
Adat Midang
Di Kayuagung
terdapat ritual adat tradisional yang disebut midang. Midang adalah ritual adat
atau ritual tradisional yaitu arak-arakan beberapa orang dari setiap kelurahan
dengan memakai pakaian adat dari beberapa provinsi. Midang biasanya
dilaksanakan pada saathari raya idul fitri. Tepatnya pada hari keempat setelah
hari raya. Sudah turun temurun tradisi ini digelar masyarakat Kayuagung yang
terdiri dari sembilan marga (siwe morge). Hanya saja, kini ritual itu dilakukan
untuk melestarikan tradisi. Karena perkawinan yang digelar masyarakat tak
mungkin lagi bisa menyelenggarakan upacara sebesar itu.
Upaya
pengembangan budaya midang pada masyarakat morgesiwe antara lain untuk:
mempromosikan budaya midang ke masyarakat luas, berpartisipasi dalam
penyelenggaraan budaya midang, memotivasi muda mudinya, menjalin kerja
sama dengan masyarakat kecamatan lain, mensosialisasikan budaya midang. Dalam
pengembangan budaya midang ini ada beberapa faktor kendala yang dihadapi yaitu
faktor internal yang meliputi masalah dana, jauhnya jarak yang ditempuh oleh
peserta midang saat midang dan masalah perlengkapan midang, faktor
eksternal yang meliputi menurunnya minat peserta midang, jauhnya lokasi untuk
menonton midang dan kurangnya kerjasama dengan pemerintah. Upaya pengembangan
budaya midang pada masyarakat adat morgesiwe saat ini sudah cukup optimal
walaupun masih ada beberapa faktor kendala yang dihadapi, dengan adanya
pengembangan tersebut diharapkan budaya midang ini masih dapat bertahan menjadi
ciri khas dari masyarakat kayuagung dalam memeriahkan hari raya Idul Fitri.
c. Pelaksanaan
Midang
Pelaksanaan
midang diiringi musik tanjidor, ratusan pasang pengantin remaja melakukan
tradisi ritual pasca-Lebaran di Kayuagung, Ibu Kota Kabupaten Ogan Komering
Ilir (OKI), dengan berjalan sejauh 5 km. Selain menyusuri jalan di
sepanjang Sungai Komering yang membelah kota yang terletak sekitar 65 km dari
Palembang Ibu Kota Sumatera Selatan, barisan pengantin remaja itu juga
menyeberangi Sungai Komering dengan perahu ketek. Selain menyusuri jalan di
sepanjang sungai tersebut, barisan pengantin remaja itu juga menyeberangi
Sungai Komering dengan perahu ketek. Dalam tradisi midang ini, spontanitas
warga kota yang berpenduduk sekitar 180.000 keluarga memadati sepanjang jalan
yang dilalui. Karena banyaknya pasangan pengantin remaja yang ikut meramaikan
ritual midang.
Dalam ritual
midang, digambarkan bagaimana perkawinan itu dimulai dari perkenalan antara
bujang dan gadis, lalu ada acara melamar atau bahkan kawin lari dan diakhiri
dengan perkawinan yang diwarnai arak-arakan sepasang pengantin keliling kota
untuk memberi tahu warga bahwa sepasang remaja itu kini sudah berubah status.
Pada ritual itu, setiap marga diwakili satu pasang pengantin inti yang
berpakaian lengkap pengantin khas Kayuagung diiringi puluhan bahkan ratusan
pengantin remaja sebagai pengiring. Banyaknya jumlah pengiring ini, bergantung
besar kecilnya keluarga. Semakin besar keluarga, semakin banyak pengantin
pengiring. Arak-arakan ini juga diiringi musik tanjidor yang membawakan lagu
daerah.
MIDANG diikuti oleh 10 MORGESIWE yaitu :
1. Jua-jua
2. Kedaton
3. Paku
4. Kayu Agung asli
5. Sukadana
6. Sidakersa
7. Cnta Raja
8. Perigi
9. Kotaraya
10. Tanjung Rancing
Ke-10 morgesiwe inilah yang setiap hari
raya selalu meramaikan kota kayu agung, mereka biasanya menampilkan
pakaian-pakaian adat yang ada di indonesia. midang selalu diikuti dengan
tanjidor
d.
Syarat midang
Pengantin inti lelaki maupun pengantin pengiring mengenakan handuk
sebagai selendang. Sebagai pertanda bahwa usai arak-arakan mereka akan mandi di
Sungai Komering. Saat mandi itu tidak mengenakan apa-apa, kecuali handuk yang
dilepas begitu tubuh masuk ke air. Mereka meski melewati pendopoan, karena dari
zaman dahulu mengharuskan para pengantin melewati pendopoan yang kini ditempati
bupati.
Zaman
dahulu, dalam arak-arakan juga dibawa bong (tempat mandi dari kayu yang
mengapung) yang biasanya ditempatkan di sungai. Itu pertanda ada keluarga baru,
ada bong baru. Tetapi karena sekarang sulit mendapatkan kayu besar yang
mengapung, bong itu ditiadakan.Selain itu, arak-arakan juga diramaikan juli
(gerobak yang dihiasi seperti perahu atau kapal). Pengantin inti ini pun
dinaikkan di atas juli saat melewati pendopoan. Kini, pela midang tanpa bong
dan juli. Arak-arakan cukup berjalan kaki.Tradisi arak-arakan ini tetap harus
dilestarikan. Apalagi, kalau menunggu ada perkawinan mabang handak (bawang
putih) yang mampu menggelar midang, rasanya cukup sulit karena membutuhkan dana
sangat besar. Karenanya, sejak puluhan tahun lalu, tradisi yang dikenal sejak
kesultanan Palembang tahun 1800 Masehi lalu, digelar usai Lebaran.
Masyarakat
Kayuagung yang menetap di kota itu ataupun perantau yang mudik saat Lebaran
kini memang dapat menikmati midang tanpa perlu menggelar perkawinan. Dengan
biaya swadaya masyarakat, usai Lebaran Kota Kayuagung akan selalu ramai. Mereka
tumpek di sepanjang jalan yang dilewati peserta midang.Selain midang masih ada
acara yang lebih unik lagi, misalnya BIDAR (lomba dayung) yang dilaksanakan
setahun sekali di kayuagung.
Ø
Tradisi
Hantaran Rantang
Di daerah
lain negara Indonesia, hantar-menghantar makanan idul Fitri memang sudah
manjadi tradisi tersendiri, namun di Kayu Agung cukup unik cara
hantar-menghantar makanan ini. Biasanya satu keluarga akan mengunjungi keluarga
lain yang lebih tua dengan membawa rantang berisi aneka makanan, snack, kue,
minuman dll (Ingat saat berkunjung Idul Fitri, bukan pada waktu yang lain). Nah
uniknya tuh semua barang-barang hantaran, akan dibalas kembali oleh sang tuan
rumah. Rantang-rantang yang telah kosong akan diisi oleh berbagai macam aneka
makanan dan kue yang hampir sama.
Ø
Bolu Susu
(Lapis Legit Susu)
Ini dia
makanan khas hampir di sepanjang deretan Sumatra Selatan termasuk Kayu Agung
saat Idul Fitri atau Idul Adha, yaitu kue lapis legit yang unik. Bahan-bahan
sama dengan lapis legit biasa namun bayangkan saja telurnya sampai sekitar
20-40 buah (iks kasihan ayamnya…). Harga bisa diprediksi sendiri bakal
selangit. Membuatnya pun lama, karena dipanggang secara manul maka butuh waktu
minimal dua jam untuk memanggangnya saja (capak dah x_x). Tapi jangan heran
kalau sudah kelar akan menjadi rebutan karena rasanya selain legit juga
berminyak gurih seperti susu (yang berhubungan dengan susu emang
gurihhhhhhhhh). Asli tanpa bahan pengawet maka kue ini tidak akan bertahan lama
(emang isa bertahan lama… lah habisnya cepat hehe). kue ini wajib dicicipi jika
kita berkunjung ke Kayu Agung atau kota lain sepanjang Sumatra Selatan.
Nah sekarang
tinggal menunggu pemerintah bagaimana mengembangkan tradisi dan budaya di Kayu
Agung agar lebih maju dan dikenal luas masayarakat. Secara fisik kemajuan kota
ini sudah mulai nampak, namun tradisi baik yang ada jangan sampai hllang
tergerus zaman. Semoga kelak saat Sinyo main ke sana hal-hal baik dapat
bertambah banyak amiin.
http://syagga.blogspot.com/2012/09/pakaian-adat-pernikahan-di-kayuagung_17.html
PARIWISATA
Sektor
Pariwisata merupakan Sektor Unggulan di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten
Ogan Komering Ilir merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan
yang kaya akan Potensi Alam Budaya untuk dikembangkan menjadi Objek Wisata.
Dalam pengembangannya, objek wisata di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami
kemajuan yang berarti seiring upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ogan
Komering Ilir.
Objek Wisata
di Kabupaten Ogan Komering Ilir yaitu Objek Wisata Alam, Objek dan Daya Tarik
Wisata Budaya dan Objek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus.
OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA
POTENSI
WISATA ALAM Yang ada di Kab.OKI :
1.
Danau Teluk Gelam di Kecamatan Tanjung Lubuk
2.
Pulau Maspari di Kecamatan Tulung Selapan
3.
Lebak Air Itam dan Danau Teluk Rasau di Kecamatan Pedamaran
4.
Lebak Deling Pangkalan Lampam di Pangkalan Lampam
5.
Hutan Suaka Sebokor, Hutan Mangrove di Kecamatan Tulung Selapan
6.
Sungai Komering di Kecamatan Kota Kayuagung
7.
Lebak Besar Teloko di Kecamatan Kota Kayuagung
8.
Pantai Sungai Lumpur di Kecamatan Cengal
9.
Kuala Sungai Pasir di kecamatan Tulung Selapan
DAFTAR OBJEK
DAYA TARIK WISATA ALAM OKI 2009
|
NO
|
NAMAODTW ALAM
|
DAYA TARIK
|
LOKASI
|
|
1
|
Danau Teluk Gelam
|
Panorama Alam, Rekreasi/olh raga
air
|
Teluk Gelam
|
|
2
|
Sungai Komering
|
Sungai Yang Indah,Serta Bangunan
Kota Lama Kayuagung Disekitarnya (Riverfront Kota Lama Kayuagung)
|
Kota Kayuagung
|
|
3
|
Pulau Mangrove
|
Panorama Hutan Mangrove Pantai
Timur
|
Cengal
|
|
4
|
Pulau Maspari
|
Pulau Kecil, Pemukiman Nelayan
|
Tulung Selapan
|
|
5
|
Lebak Besar Teloko
|
Rawa Rawa Lebak Di Tengah
|
Kota Kayuagung
|
|
6
|
Danau Teluk Rasau
|
Rawa Rawa Lebak Didalam
|
Pedamaran
|
|
7
|
Kuala Lebung Itam
|
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
|
Tulung Selapan
|
|
8
|
Kuala Sungai Sibur
|
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
|
Tulung Selapan
|
|
9
|
Kuala Sungai Pasir
|
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
|
Tulung Selapan
|
|
10
|
Pantai Sungai Lumpur
|
Muara Sungai, Pemukiman Nelayan
|
Cengal
|
DAFTAR NAMA OBJEK DAYA TARIK WISATA BUDAYA OKI 2009
|
NO
|
NAMA ODTW BUDAYA
|
DAYA TARIK
|
LOKASI
|
|
1
|
Rumah Seratus Tiang
|
Keunikan rumah adat memiliki 100
(seratus) tiang dan mempunayai alang sepanjang 30 (tiga puluh) meter tanpa
sambung.
Didalamnya
terdapat peninggalan benda-benda tradisional.
|
Tanjung Lubuk
|
|
2
|
Negeri Silop (Negeri Hilang)
|
Keindahan negeri yang fatamorgana
(merupakan negeri siluman menurut cerita warga sekitar).
|
Kayuagung
|
|
3
|
Makam Seriang Kuning
|
Merupakan Makam Leluhur Bagi
Masyarakat Setempat
|
Kayuagung
|
|
4
|
Makam Ratu Jimat dan Puyang Bucit
|
Merupakan Makam Leluhur Bagi
Masyarakat Setempat
|
Kayuagung
|
|
5
|
Rumah Adat Kayuagung
|
Keunikan rumah adapt yang berusia
± 200 tahun, banyak memiliki nilai sejarah dan nilai tradisional didalamnya.
|
Kayuagung
|
|
6
|
Bukit Batu
|
Terdapat sebuah Pohon Jerungkung
(pohon aren tempat terjadinya perkelahian antara sipahit lidah dan si mata
empat), terdapat Batu Gajah, Batu Pengantin, Batu Lesung, merupakan daerah
keramat bagi warga sekitar.
|
Pampangan
|
DAFTAR NAMA
OBJEK DAYA TARIK WISATA MINAT KHUSUS 2009
|
NO
|
NAMA ODTW MINAT KHUSUS
|
DAYA TARIK
|
LOKASI
|
|
1
|
Danau Teluk Gelam
|
Memiliki Landscape yang baik,
dapat menikmati olah raga air, rally wisata, dapat menyaksikan lomba seni
suara burung perkutut, Extreme Adventure Off Road, camping, Hiking,
Playground untuk anak-anak serta dapat menyaksikan event-event kesenian dan
kebudayaan di obyek wisata ini.
(Wisata
Adventure, Wisata Sport dan Wisata Air).
|
Teluk Gelam
|
Bidar adalah salah
satu tradisi di Kayuagung yang diperlombakan satu tahun sekali, pemain bidar
biasanya terdiri dari 10-15 orang dalam satu perahu. yang mengikuti perlombaan
biasanya kelurahan dari kecamatan kayuagung tepatnya morge siwe bagi yang belum
mengetahui morge siwe. morge siwe adalah kelurahan-kelurahan yang
tepatnya berada dipinggiran sungai.morge siwe terdiri dari 9 kelurahan
dipinggir sungai yaitu
1.kayuagung asli 2.perigi 3.kutaraya 4.kedaton 5.jua-jua 6.sidakersa 7. mangunjaya 8.paku dan yang terakhir adalah Sukadana. Kembali lagi ke bidar biasanya orang yang mengikuti bidar usia nya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. orang yang mengikuti bidar biasanya memperebutkan hadiah yang menarik.
1.kayuagung asli 2.perigi 3.kutaraya 4.kedaton 5.jua-jua 6.sidakersa 7. mangunjaya 8.paku dan yang terakhir adalah Sukadana. Kembali lagi ke bidar biasanya orang yang mengikuti bidar usia nya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. orang yang mengikuti bidar biasanya memperebutkan hadiah yang menarik.






AKHIR TAHUN PINJAMAN DI RATE SANGAT RENDAH.
BalasHapusHalo, aku Mrs. Sandra Ovia, pemberi pinjaman uang pribadi, yang Anda dalam utang? Anda membutuhkan dorongan keuangan? pinjaman untuk mendirikan sebuah bisnis baru, untuk bertemu dengan tagihan Anda, memperluas bisnis Anda di tahun ini dan juga untuk renovasi rumah Anda. Aku memberikan pinjaman untuk lokal, internasional dan juga perusahaan pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%. Anda dapat menghubungi kami melalui Email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Anda dipersilakan untuk perusahaan pinjaman kami dan kami akan memberikan yang terbaik dari layanan kami.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
HapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Saya Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan Tuhan yang baik dalam hidup saya untuk orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata itu, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara.
BalasHapusApakah mereka mencari pinjaman di antara Anda? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan kredit palsu di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6 kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.
Saya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan seorang teman saya yang saya jelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya kepada perusahaan pinjaman yang dapat diandalkan yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapatkan pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM pada tingkat rendah 2% dalam 24 jam yang saya terapkan tanpa tekanan atau stres. Jika Anda membutuhkan pinjaman, Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Jika Anda memerlukan bantuan dalam proses pinjaman, Anda dapat menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka, Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah membayar pembayaran cicilan bulanan seperti yang disepakati dengan perusahaan pinjaman.
Jadi saya memutuskan untuk membagikan karya baik Tuhan melalui SANDRAOVIALOANFIRM, karena dia mengubah hidup saya dan keluarga saya. Itulah alasan Tuhan Mahakuasa akan selalu memberkatinya.
LuckyClub: Best casino site for betting on slots, live
BalasHapusLuckyClub is one of the luckyclub best gambling sites with over 50 live casino games from the best software providers, making them a great choice for